Berkenalan dengan Tradisi Penuh Mistis Khas Indonesia

Walau dunia serba modern, namun keberadaan hal-hal di luar nalar ini nyatanya masih eksis dan terus dilestarikan.

Jangan dulu memberi nilai dosa-tidak dosa, atau memberi cap buruk-baik kepada tradisi-tradisi ini. Walau memang sering kali tidak bisa diterima dengan akal sehat, nyatanya tradisi khas Indonesia ini sudah bertahan ratusan tahun. Tradisi-tradisi ini pun selalu berhasil mengundang tawa, menambah kebahagiaan, dan membangkitkan rasa kebersamaan antar warga.

Debus

Tradisi asal Banten ini sebenarnya merupakan salah satu ilmu pertahanan diri. Awalnya, masyarakat Banten di masa penjajahan menggeluti ilmu ini lantaran harus mempertahankan diri dari penjajah.

Atraksi yang ditampilkan cukup ekstrem. Sebab, si pemain debus biasa berusaha memotong bagian tubuhnya dengan benda tajam. Beberapa bahkan menampilkan kebolehannya memaku anggota tubuh tanpa bisa menembus kulit. Saat ini debus lebih ditampilkan untuk acara-acara bertema budaya.

Sintren

Tarian dari Cirebon, Jawa Barat ini dimainkan oleh perempuan-perempuan yang masih perawan. Si penari akan berpakaian seadanya, kemudian seluruh tubuhnya diikat dan dimasukkan ke dalam sebuah kurungan yang tertutup rapat.

Setelah sang dukun mengucapkan mantra dan membakar doa, tak lama kemudian kurungan tersebut dibuka. Secara mengejutkan, si penari sintren sudah lepas dari tali yang membelunggunya. Lebih dari itu, ia pun sudah menggunakan pakaian tari, berkacamata hitam, dan berdandan.

Ia akan menari dengan tak sadarkan diri. Penonton akan melempari uang receh dan setiap dilempar uang, si penari akan jatuh. Ia kemudian ditangkap oleh beberapa penjaga, didoakan, dan kembali menari.

Salai Jin

Seperti sintren, Salai Jin juga merupakan sebuah tarian yang mengikutsertakan kekuatan-kekuatan astral. Bedanya, tarian asal Ternate, Maluku Utara ini dimainkan oleh sekelompok muda mudi. Syaratnya, jumlah penari harus ganjil.

Di awal tarian kita tidak menemukan suatu yang ganjil. Namun di tengah-tengah tarian, para penari mulai kerasukan dan tidak sadarkan diri. Mereka pun akan melakukan hal-hal ekstrem, seperti berdiri di atas golok atau mengiris anggota tubuh tanpa luka sedikitpun.

Kuda Lumping

Seperti kita tahu, sekelompok pria akan berdandan dan menunggang kuda mainan yang terbuat dari kertas. Ada seseorang yang bertindak sebagai dukun. Ia kemudian akan memecut para pemain dan seketika pemain kuda lumping akan dirasuki oleh roh halus.

Setelah itu, si pemain kuda lumping akan melakukan atraksi yang tidak masuk akal. Misalnya, mereka akan memakan beling, mengupas kelapa dengan gigi, atau bahkan menusuk-nusuk tubuh mereka sendiri tanpa cedera sedikitpun.

Tari Calonarang

Tarian khas Bali ini dimainkan oleh sekelompok pria dewasa. Sekilas nampak seperti tari kecak. Namun mereka akan dirasuki roh-roh halus dan bertindak kasar terhadap diri sendiri.

Mereka akan menusuk tubuh mereka sendiri dengan keris. Tentu, mereka lakukan itu tanpa sadar.

Bara Suwen

Atraksi ini terkenal di Kepulauan Maluku. Sekitar 10 orang memegang bambu yang cukup besar. Tak ada apa-apa sampai seorang tetua adat merapalkan doa dan membakar kemenyan.

Dari situ, bambu akan bergerak searah perintah sang dukun. Orang-orang yang memegang harus bekerja sama untuk menahan bambu agar tidak bergerak. Tradisi bambu suwen di beberapa daerah lain juga dikenal dengan nama bambu gila.

Selain tradisi-tradisi di atas, masih banyak tradisi lain yang berbau mistis di Indonesia. Rata-rata tradisi ini dilakukan untuk maksud yang mulia, seperti menolak bala atau sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang melimpah.