Tradisi Lebaran di Indonesia, Simbol Mengakui Kesalahan

Ketupat bukan hanya sekarang panganan yang selalu ada saat Idul Fitri tiba. Tapi ternyata ada simbol mendalam dari hidangan beras tersebut. Ketupat digunakan Sunan Kalijaga sebagai simbol mengakui kesalahan. Cocok banget ada saat Lebaran, kan?

Hari Raya Idul Fitri selalu disambut dengan suka cita oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini juga sebagai bentuk rasa syukur setelah sebulan berpuasa. Ada banyak tradisi yang rutin dilakukan masyarakat Indonesia, mulai dari bermaafan hingga pulang ke kampung halaman.

Berikut ini tradisi Lebaran yang selalu rutin dilakukan di Indonesia:


Mudik
Mungkin tradisi ini yang selalu dilakukan warga Indonesia, khususnya bagi yang merantau ke daerah lain. Mudik alias pulang ke kampung halaman menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu setiap Idul Fitri tiba. Libur panjang Lebaran selalu dimanfaatkan untuk bersilahturahmi ke sanak keluarga yang berada di kampung halaman. Walaupun harus menempuh jarak dan waktu yang tidak sedikit, tapi mudik dijalani dengan antusias. Apalagi sekarang pilihan transportasi mudik juga sudah beragam, ditambah tol Trans Jawa dan Sumatera yang siap menampung para mudik.


Halalbihalal
Ini juga menjadi tradisi wajib saat Idul Fitri tiba. Halalbihalal adalah istilah untuk saling mengunjungi teman, tetangga, atau sanak saudara untuk saling bermaafan. Tradisi ini bahkan juga mengikuti perkembangan zaman dengan melakukan halalbihalal melalui media online dan gawai modern. Kini banyak yang saling bermaafan melalui hape, media sosial, atau video call dengan keluarga yang berada jauh dari kita. Biasanya halalbihalal juga diselingi dengan berbagi THR yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak-anak.


Ketupat
Hidangan yang wajib ada di Idul Fitri. Biasanya kita akan memakannya sepulang dari Shalat Idul Fitri, ya? Ketupat Lebaran ini biasanya dimakan dengan opor ayam, rendang daging, semur dan kerupuk udang. Bahagia rasanya berkumpul bersama keluarga dan makan ketupat Lebaran bersama-sama.

Ketupat atau kupat merupakan simbolisasi ungkapan dari Bahasa Jawa, "ku" (ngaku) dan "pat" (kesalahan), yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam. Pada masa itu, ketupat diyakini memiliki nilai sakral. Dari pemahaman tersebut, ketupat menjadi makanan yang ada saat Lebaran sebagai momen untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf.


Takbiran
Biasanya dilakukan pada malam hari menjelang Lebaran. Pastinya tradisi ini tidak pernah sepi dan selalu ramai dilakukan oleh muslim di berbagai daerah. Kemeriahan dari malam takbiran ini selalu dilengkapi dengan kumandang takbir yang merupakan salah satu wujud syukur, untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Kemeriahan ini juga biasanya kurang lengkap jika tidak mengadakan pawai keliling kota dengan menabuh bedug dan senandung takbir.


Baju Lebaran
Tradisi baju lebaran ini sebenarnya merupakan cerminan dari pribadi yang baru ketika Hari Raya Idul Fitri. Tak hanya baju lebaran, bahkan banyak yang membeli sepatu baru, celana baru, dan peralatan shalat yang baru juga. Untuk tradisi yang satu ini tidak wajib, kok. Biasanya para orang tua memberikan anak-anak baju baru sebagai apresiasi untuk mereka yang sedang belajar berpuasa.