Wajib Diabsen, 5 Kuliner Legendaris Surabaya

Seperti gaya bicara orang Surabaya, 5 olahan khas dari Kota Pahlawan ini juga berani. Berani dengan bumbu dan cabe, lezat dan pedas. Ada yang eksis sejak 1913, ada juga primadona tengah malam nan murah meriah. Yuk, berangkat!

Liburan kali ini Sobat Pesona melipir kemana? Kalau ke Surabaya dan sekitarnya, lengkapi perjalanan Sobat Pesona dengan petualangan kuliner yang mengesankan hati dan lidah. Kota Surabaya terkenal dengan cuacanya yang panas dan warganya yang blak-blakan apa adanya dan tentu saja, kulinernya yang nendang.

Seperti gaya bicara orang Surabaya, olahan khas dari Kota Pahlawan ini juga berani. Berani dengan bumbu dan cabe, lezat dan pedas. Apa saja? Nih catat ya, legenda kuliner favorit arek Suroboyo.


Rawon
Hidangan khas Jawa Timur paling ikonik. Kuah hitam segar, beraroma bumbu rempah dan kluwak dengan potongan daging sapi empuk. Paling sedap dinikmati selagi masih panas, ditemani sepiring nasi pulen. Kelezatan rawon memang sudah tersebar ke berbagai pelosok Indonesia, tetapi Surabaya tetap gudangnya rawon paling legendaris. Untuk satu olahan ini saja, di satu kota Surabaya, kita bisa menikmati ‘tour rawon’. Dari Rawon Setan, Rawon Kalkulator, Rawon Mayit, Rawon Pak Pangat, Rawon Pucang Moroseneng, Rawon Gajah Mada, Rawon Ibu Soepinah sampai Rawon Nguling yang berdiri sejak tahun 1940’an. 


Sate Klopo Ondomohen
Salah satu legenda kuliner Surabaya, sate kelapa dengan racikan yang dibuat oleh Ibu Asih Soedarmi sejak 68 tahun lalu, Sate Klopo Ondomohen. Sate khas ini berada di Jalan Walikota Mustajab, yang dulunya bernama Jalan Ondomohen. Keistimewaan sate ini berasal dari bumbu bakarannya. Sate klopo merupakan sate dari daging sapi atau ayam, yang dibaluri bumbu kelapa parut gurih dan menebarkan aroma sedap saat dibakar. Sate disajikan dengan bumbu kacang dan kecap, dilengkapi irisan bawang merah, cabai rawit dan serundeng yang juga terbuat dari kelapa.


Lontong Balap
Kuliner khas Surabaya ini tak ada hubungannya dengan motor atau mobil. Konon, nama lontong balap berawal dari tahun 1913. pada saat itu di Bubutan, Surabaya terdapat banyak penjual lontong dengan sepeda. Tiap pagi mereka berlomba mengayuh sepedanya menuju lokasi jualan di sekitar kebun binatang, sehingga warga menyebut ‘lontong balapan’.

Sepiring lontong balap berisi lontong berkuah, taoge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Kuah lontong balap bening, tak bersantan, rasanya ringan dan segar. Kunci kelezatan kuah lontong balap, berasal dari minyak yang dipakai, jelantah atau minyak bekas menggoreng bawang. Sementara lentho, komponen wajib dalam lontong balap, adalah olahan dari kacang tolo atau kacang hijau yang direndam semalaman dan dimasak dengan adonan tepung, singkong seperti perkedel. Bagi ‘kaum pemberani’ yang suka pedas, bisa menambahkan sambal petis yang merupakan ciri khas lontong balap.


Rujak Cingur Ahmad Jaiz
Ini dia kelezatan yang menggoyang lidah, yang berasal dari lidah sapi dengan racikan khas Surabaya. Rujak cingur merupakan olahan yang menggunakan cingur atau lidah sapi sebagai bahan utamanya, berikut aneka sayuran dan buah seperti kangkung, kecambah, bengkoang dan timun disiram bumbu rujak hitam pekat. Salah satu rujak cingur istimewa di Surabaya ada di daerah Ahmad Jaiz, Peneleh. Kiosnya seperti ruko tua, tak ada tulisan apapun di depannya, namun jajaran bangku di dalamnya nyaris tak pernah sepi dari pembeli.

Keistimewaan rujak cingur yang yang berdiri sejak tahun 1970-an ini berasal dari bumbunya. Paduan rasa asam, manis dan sedikit cubitan rasa pedas menemani segarnya aneka sayuran dan buah. Makin lengkap dengan aroma petis yang menjadi ciri khas rujak cingur. Daging cingurnya berlimpah, bersih, tanpa bau amis. Kekenyalannya pas, tidak alot dan juga tidak terlalu lunak. Satu porsi Rujak Cingur Ahmad Jaiz terhitung berlimpah, cukup untuk berdua. Kecuali kalau Sobat Pesona lagi keroncongan, nikmati sepuasnya...


Sego Sambel Mak Yeye
Tempatnya sederhana, hanya lapak kaki lima dengan atap terpal ditopang kayu di pinggir Jalan Jagir Wonokromo Wetan, Surabaya. Tapi, Mak Yeye merupakan salah satu primadona kuliner tengah malam di Surabaya dengan menu utamanya, Sego Sambel Iwak Pe. Iwak pe merupakan jenis ikan laut, biasa disebut juga ikan pari. Iwak pe biasa jadi menu utama nasi penyetan atau sego sambel.

Sambal Mak Yeye terkenal pedas, dengan ulekan tomat, cabai, bawang merah, bawang putih, garam, dan terasi. Tapi jangan khawatir, Sego Sambel Iwak Pe Mak Yeye bisa menyesuaikan pesanan sambal sesuai kekuatan lidah kita. Untuk yang tak suka pedas, mereka akan menambahkan gula pasir dalam racikan sambalnya. Lapar tengah malam? Redakan dengan sepiring nasi putih, ikan pari panggang, telor dadar, tempe goreng dan sambal pedas khas Mak Yeye. Hanya Rp 15 ribu, sedap kan...