Arung Jeram di Loksado, Memukau Sekaligus Menegangkan

Selama mengarungi jeram, kita akan disuguhkan pemandangan hutan lebat yang berada di sisi kiri dan kanan. Belum lagi air Sungai Amadit yang sangat jernih dan sejuk.

Sobat Pesona pasti sudah pernah mencoba mengarungi jeram dengan perahu karet. Nah, di Loksado di daerah Kalimantan Selatan, kita bisa menjajal mengarungi jeram dengan menaiki rakit bambu atau disebut dengan Balanting Paring oleh warga lokal.

Satu rakit hanya bisa diisi oleh maksimal empat orang yang terdiri dari tiga penumpang dan satu pemandu berpengalaman. Kita akan dibawa arus Sungai Amandit selama dua hingga tiga jam.

Rakit yang kita naiki terbuat dari susunan bambu yang diikat satu sama lain. Satu rakit biasanya terdiri dari 10 hingga 20 batang bambu. Bambu yang digunakan juga bukan sembarang bambu, tapi yang berasal di hutan Loksado.

Selama mengarungi jeram, kita akan disuguhkan pemandangan hutan lebat yang berada di sisi kiri dan kanan. Belum lagi air Sungai Amadit yang sangat jernih dan sejuk. Segar!

Jangan santai dulu! Namanya arung jeram, pasti akan menguji adrenalin kita. Siap-siap untuk terombang-ambing di atas rakit oleh arus yang cukup deras. Tak usah khawatir karena pemandu sudah khatam dengan keadaan sungai. Dengan gesit, rakit diarahkan dengan batang bambu yang panjang untuk menghindari batu besar dan menuju ke arah yang tepat.

Soal keamanan, jangan cemas. Bambu asal Loksado dikenal karena sangat kuat. Kita juga akan dilengkapi dengan jaket pelampung dan helm. Rute arung jeram akan berakhir di Desa Tanhu. Nah, di desa ini Sobat Pesona bisa melemaskan otot-otot yang tegang di salah satu sumber air panas alami. Mata air ini berasa dari dari gas bumi sehingga suhunya menjadi hangat. Cocok sekali untuk beristirahat sejenak dan melepas lelah.

Sebelum dijadikan salah satu daya tarik wisata, menaiki rakit bambu sebenarnya hanyalah aktivitas rutin masyarakat Dayak Meratus untuk mengirimkan bambu-bambu ke kota. Masyarakat Dayak Meratus lalu menyadari bahwa kegiatan ini bisa menjadi daya tarik bagi pada wisatawan yang datang ke Loksado.

Sebelum ada arung jeram ini, wisatawan datang ke Loksado untuk melihat rumah tradisional Suku Dayak Meratus dan melihat kegiatan warga. Dengan adanya balanting paring, pilihan wisata di sini menjadi bertambah.

Jika ingin mencoba balanting paring di Loksado, sebaiknya datang saat Juni atau Desember, saat debit air sedang tinggi. Yuk, nikmati arung jeram di Loksado sambil menikmati pemandangan alam yang memukau khas Kalimantan.