Meraskan Nuansa Magis dari Sang Penari Seblang

Selendang Penari Seblang "memanggil" warga yang menonton untuk naik ke atas panggung untuk menari bersama.

Apabila Sobat  Pesona masih mempunyai waktu liburan setelah Hari Raya Idul Fitri, luangkan waktu untuk menghabiskan waktu libur ke Banyuwangi, Jawa Timur. Di waktu tersebut, Sobat Pesona bisa menyaksikan tradisi Tari Seblang yang biasanya digelar Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, tidak jauh dari pusat kota Banyuwangi.

Ritual sakral yang hanya ada di Olehsari saja ini digelar selama tujuh hari berturut-turut di awal bulan Syawal. Ritualnya berupa tarian magis yang dibawakan oleh anak perawan yang dipilih oleh leluhur menurut kepercayaan masyarakat setempat.  Ritual mistis ini telah berusia ratusan tahun. 

Mengapa disebut sebagai ritual mistis? Karena sang penari yang terpilih melakukan tarian dalam keadaan kerasukan. Tak heran apabila dia bisa menari setiap hari selama 6 jam selama 7 hari berturut-turut tanpa lelah!

Proses pemilihan Penari Seblang dilakukan melalui ritual yang dilakukan oleh para tetua adat. Biasanya, sang penari harus mempunyai garis keturunan dengan penari-penari sebelumnya. Syarat lainnya, penari ini harus masih perawan dan belum menikah.

Ritual Seblang adalah upacara untuk membersihkan desa sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan. Warga juga memanfaatkan kesempatan ini sebagai bentuk persembahan dan harapan agar dalam satu tahun mendatang desa tetap aman tenteram dan terhindarkan dari bahaya.

Mahkota yang dikenakan sang penari dibuat khusus oleh orang terpilih. Mahkota atau ongklok dibuat menggunakan daun pisang muda dibagian depan dan bunga-bunga di atasnya.  Proses pembuatan ongklok juga diwarnai dengan nuansa magis dengan dibakarnya dupa.

Mahkota ini dibuat melingkar. Ketika dipakai penari, wajah mereka akan tertutup oleh rumbai-rumbai daun pisang.  Hal ini membuat penonton penasaran dengan wajah sang penari, terutama para penonton pria.

Proses awal tarian setelah kerasukan, sang penari akan menari berputar mengikuti panggung selama tiga hingga empat secara terus menerus.  Sesekali para tetua desa bergerak ikut menari di belakangnya mengikuti Penari Seblang. Setelah itu, akan diadakan pembagian kembang tujuh rupa kepada para penonton.  Konon, kembang tujuh rupa itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit dan dipercaya akan mendatangkan keuntungan bagi yang memegangnya.

Acara yang paling menarik adalah ketika sang penari mulai mengajak para penonton untuk menari bersama.  Tetap dalam keadaan kerasukan, Penari Seblang akan melempar selendang ke arah penonton. Mereka yang terkena lemparan harus naik ke panggung untuk menari bersama dengan penari seblang selama beberapa waktu. Setelah bersalaman, akan dilanjutkan dengan lemparan berikutnya. Demikian seterusnya hingga sore hari sampai acara selesai. Sobat Pesona ingin melihat langsung penari seblang? Datang ke Banyuwangi!