Bukan di Turki, Pantai Istambul Ada di Demak

Tidak cuma lekat dengan wisata religinya, Demak juga menyimpan keindahan alam. Tak ayal, pantai ini disebut-sebut sebagai Kuta-nya Demak.

Apa yang terlintas saat mendengar kota Demak? Kerajaan, masjid-masjid cantik, dan wisata yang lekat dengan religi. Padahal beberapa tahun ini pemerintah setempat mulai mengembangkan sektor wisata alam. Salah satunya lewat Pantai Istambul.

Namanya terdengar mirip salah satu kota di Turki. Padahal, letaknya berada di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah, Demak, Jawa Barat. Keberadaan pantai ini belum banyak diketahui orang.

Tak heran, lantaran letaknya memang agak terpencil. Sebelum mencapai pantai, kita harus terlebih dulu menyusuri rimbunnya hutan bakau. Tapi jangan takut, walaupun jarak dari gerbang hutan bakau ke pantai cukup jauh, namun pemandangan yang disuguhkan tidak membuat kita merasa lelah.

Perjalanan menyusuri tengah hutan bakau akan berakhir di sebuah jembatan batu. Dari jembatan inilah keindahan pantai mulai tampak dan berpadu dengan merdunya suara air laut yang menyapu pantai.

Ada dua cara untuk mencapai pantai ini dari gerbang hutan. Pertama, kita bisa menyusuri jalan-jalan setapak yang telah dibangun oleh pengelola wisata. Jalan dari kayu ini akan membawa kita masuk ke tengah hutan hingga berujung di pantai.

Jika memilih jalan kaki, ada baiknya jika kita datang di musim kemarau. Sebab, di musim penghujan lahan parkir yang berjarak sekitar 300 m dari hutan kerap tidak bisa digunakan. Kita harus parkir di rumah-rumah warga desa yang berjarak satu km.

Cara kedua adalah dengan menyewa perahu kayu milik warga sekitar. Dengan cara ini kita diajak menyusuri sungai yang di kanan dan kirinya dipenuhi tumbuhan mangrove selama 10-15 menit. Sekilas suasana seperti ini mengingatkan kita pada muara-muara di pedalaman Kalimantan.

Sungai ini bermuara di salah satu bagian di Pantai Istambul. Sesampainya di mulut laut, kita akan diantar langsung ke pantai.

Selain dikenal dengan nama Pantai Istambul, masyarakat sekitar juga mengenalnya dengan nama Pantai Glagah Wangi. Jadi jangan kaget jika yang kita temukan pertama kali adalah tulisan Pantai Glagah Wangi.

Hingga saat ini, ongkos masuk ke pantai masih gratis. Kita hanya harus membayar parkir kendaraan.