5 Kuliner Legendaris Jakarta, Kondang Sejak 1958

Tak hanya bertahan di tempat yang sama selama 60an tahun, bahkan cita rasanya tak berubah. Yuk cicipi 5 kuliner legendaris Jakarta ini, nikmat dengan racikan bumbu otentik dan sentuhan nostalgia.

Gado-gado, nasi uduk, mie ayam atau nasi goreng, merupakan kuliner Indonesia yang bisa ditemukan di mana saja. Tapi 5 gerai legendaris di Jakarta ini beda. Mereka bertahan selama puluhan tahun, sejak akhir tahun 1950 dan 1960’an. Tak hanya bertahan di tempat yang sama selama 60an tahun, bahkan cita rasanya pun tak berubah.

Kedai-kedali kuliner ini bukan restoran mewah, bahkan ada yang kaki lima. Tapi jangan salah lo, mereka sangat tangguh. Kini dijalankan oleh generasi kedua bahkan ketiga, bertahan dari amukan api hingga berkembang dengan sejumlah cabang. Seperti pengelolanya yang dilakukan dan diturunkan secara turun temurun, dari generasi ke generasi, pelanggannya pun bertahan dari berbagai generasi.

Mereka melayani pelanggannya dengan racikan otentik dan sentuhan nostalgia yang indah. Apa saja? Nah biar tak cuma jadi legenda, yuk segera dimulai perjalanan kuliner ke 5 gerai legendaris Jakarta ini.


Mie Ayam Gondangdia
Mie ayam legendaris yang berdiri sejak 1968, jadi langganan banyak orang terkenal hingga saat ini. Mienya yang halus bikinan sendiri, pangsit gorengnya yang renyah, daging ayamnya empuk dan manis, dengan racikan bumbu gurih yang tak berubah sejak empat dekade lalu. Tambahan bakso dan jamurnya membuat sajian Mie Gondangdia semakin bikin lidah bergoyang.

Selain mie, restoran ini juga menyajikan berbagai kuliner khas Tiongkok. Seperti capcya, ifu mie, ayam goreng mentega dan lain-lain. Beberapa tahun lalu Mie Gondangdia sempat terbakar habis dan harus pindah ke Cikini, tapi sejak 2018 telah kembali menempati lokasi aslinya di jalan RP Soeroso, Jakarta Pusat.


Nasgor Kambing Kebon Sirih
Nasi goreng paling kondang di Jakarta. Nasgor Kambing Kebon Sirih ini dimulai oleh Haji Nein pada 1958, turun temurun hingga kini dikelola oleh generasi ketiganya.  Kios kaki limanya di pojokan jalan Kebon Sirih Barat, tak pernah sepi dari pembeli. Selagi mengantri, kita bisa menyaksikan langsung kokinya memasak nasi goreng langsung dalam jumlah yang besar di wajan raksasa.

Aroma rempah nang wangi tercium kuat dan menggoda di setiap piringnya. Rahasia kelezatannya berasal dari racikan rempah seperti kapulaga, kunyit, sereh dan lada, daging kambing pilihan dan minyak samin. Kalau potongan daging kambingnya dirasa masih kurang, kita bisa menambah sate kambing atau variasi nasi goreng ayam, telur, bakso sosis dan lain-lain.

Nasi Goreng Kebon Sirih buka dari jam 17.00 - 02.00 WIB, atau jam 03.00 WIB pada akhir minggu. Mereka juga memiliki cabang di Jakarta Selatan di Bulungan, Bintaro 9 Walk dan Karang Tengah, di Pamulang serta Bandung.


Nasi Uduk Kebon Kacang
Kuliner tersohor Betawi, Nasi Uduk Kebon Kacang. Di Jakarta ada ribuan warung nasi uduk bertitel Kebon Kacang, ada banyak versi mengenai nasi uduk yang paling asli. Konon kedai milik Zainal Fanani di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta pusat inilah kita bisa menikmati cita rasa nasi uduk Kebon Kacang yang asli. Kedai ini berdiri sejak 1967, bernuansa Betawi dengan deretan ayam, udang, tahu, tempe, usus, empal dan paru terpajang di etalasenya.

Nasi uduk disajikan khas ala Betawi, dalam bungkusan daun pisang berukuran kerucut mini yang menjaga nasi tetap hangat dan aromanya wangi semerbak. Pilihan sambalnya ada sambal kacang, sambal terasi, kecap berikut jeruk limau. Nasi uduk bertabur bawang goreng, ditemani aneka lauk yang digoreng keemasan, dicocol sambal yang manis pedas asam ini. Nikmat!


Gado-Gado Bonbin
Gado-gado lezat rasa nostalgia, berdiri dan laris sejak 1960. Namanya Gado-Gado Bonbin, karena dulunya sebelum dipindah ke Ragunan, Kebun Binatang Jakarta ada di Cikini. Pemiliknya adalah Oma Lanny, yang hingga kini masih aktif melayani pelanggan di kiosnya yang otentik bergaya tempo dulu.

Rahasia kelezatan Gado-Gado Bonbin tentu saja ada di racikan bumbunya. Oma Lanny memakai kacang tanah Vietnam yang disangrai dan dikupas dulu, bumbunya halus, tidak terlalu pekat dan tidak ada rasa pahit. Nah di Gado Gado BonBin ini kita bisa cobain bukan cuma gado-gado tapi ada juga asinan, yang juga memakai bumbu kacang, mie baso, nasi rames, lontong cap gomeh, es dawet, es kelapa muda, dll. Harganya mulai Rp 30 ribu per porsi. Nilai kenangan lezat dan indah, memang tak murah...


Filosofi Kopi
Warung kopi di Melawai, Jakarta Selatan ini menuai ketenaran berkat film Filosofi Kopi beberapa tahun lalu. Tak seperti berbagai kedai kopi di berbagai pelosok Indonesia, Filosofi Kopi tak menyediakan koneksi WiFi. Kenapa? Aktor Rio Dewanto, pemiliknya, ingin pengunjung menikmati kopi di kedainya sambil saling bicara.

Kedai Kopi di kawasan Blok M Square ini nyaris tak pernah sepi pelanggan. Kopi Tiwus, Kopi Perfecto dan Kopi Lestari yang menjadi andalan Mas Ben di film Filosofi Kopi, jadi racikan khas gerai ini. Beberapa makanan ringan juga tersedia untuk menemani kopi. Harganya bersahabat, berkisar Rp 18 - 40 ribu.