Jalan Majapahit, Surga Bika Ambon Medan

Pada 1970-an, Bika Ambon dihidangkan sebagai kudapan menemani es krim. Jalan Majapahit menjadi sentra bika ambon dan oleh-oleh paling terkenal di Medan. Bika ambon merek apapun bisa kita temukan di sepanjang jalan ini. Semua adalah industri rumahan, pemilik toko membikin sendiri bika ambonnya.

Bika Ambon dan kota Medan, dua hal yang tak terpisakan. Mengunjungi kota Medan, tanpa membawa pulang kue bika ambon, rasanya pasti belum lengkap. Meski menyandang nama Ambon, kue ini berasal dari dan menjadi ikon ibukota Sumatera Utara, Medan.

Bika Ambon adalah kue pipih dan manis berwarna kuning. Permukaannya seperti pori-pori kulit manusia dan bagian bawahnya keras, sisa dari tempaan panas di dasar loyang. Bika Ambon ini biasa tersaji dalam potongan persegi. Saat dimakan, citarasa legit tercampur dengan sensasi kenyal di lidah. Aroma pandan tercium harum menyengat.

Bika ambon konon terinspirasi dari kue khas Melayu, Bika atau Bingka. Perbedaannya dengan bika ambon Medan, ada tambahan Nira atau Tuak Erau. Namun karena penggunaan bahan baku yang mengandung alkohol dilarang dalam ajaran Islam, produsen bika ambon di Medan pun beralih. Mereka tak lagi menggunakan tuak tapi nira, waktu fermentasinya jauh lebih lama tetapi menyandang label halal.

Bika Ambon kini beradaptasi mengikuti laju zamannya. Bika Ambon kini tak lagi hanya berwarna kuning, namun terdapat berbagai varian rasa dan warna. Kini Bika dibuat dalam rasa pandan, ada juga yang mengembangkannya dalam varian rasa lain, seperti, durian, keju, moka dan cokelat.


Kondang Sejak 1980
Kawasan Jalan Majapahit sangat ramai menjual bika ambon sejak tahun 1980-an dan menjadi pusat penjualan Bika Ambon di Medan. Pada 1970-an, Bika Ambon selalu dihidangkan sebagai kudapan menemani es krim. Kini Jalan Majapahit merupakan sentra bika ambon dan oleh-oleh paling terkenal di Medan.

Tata letak bika ambon di tiap toko hampir sama. Pemilik toko meletakkan di sebuah etalase kaca sehingga tampak dengan jelas tumpukan kardus yang berisi bika ambon. Ada sekitar 30 penjual bika ambon di sepanjang jalan tersebut. Semuanya adalah industri rumahan lantaran pemilik toko membikin sendiri bika ambon.

Bika ambon dengan berbagai merek bisa ditemukan di sepanjang jalan Majapahit. Dari merek lama seperti bika ambon Ahun, Acai, Erna, atau yang bernuansa Islam seperti Zulaikha, Hajjah Lia, Fatimah, Zaenuddin atau Hajjah Nimar yang bermunculan sejak awal tahun 2000an. Tiap merek memiliki cita rasa khas yang berbeda-beda.

Warga keturunan Tionghoa memang yang mulai membuat kue bika ambon dan berjualan kawasan ini sejak tahun 1980-an. Setiap akhir pekan atau hari libur keagamaan, kawasan ini selalu penuh sesak oleh pengunjung yang ingin membeli bika ambon. Sejak tahun 1990-an, Jalan Majapahit dibuat satu arah demi mengantisipasi macet yang mengular karena pembeli bika ambon di sepanjang jalan itu.

Lewat pukul 20.00 WIB, jalur di bilangan Jalan Majapahit, Medan masih terang benderang. Bisnis bika ambon di Jalan Majapahit, Medan, awalnya hanya dijalankan beberapa orang, tapi kemudian berkembang makin banyak. Uniknya, antar pembeli tak saling sikut. Bila kehabisan stok, mereka akan mempersilakan pembeli untuk mengunjungi toko lain.

Tak hanya bika ambon, toko-toko yang berjajar di sepanjang jalan Majapahit, juga menjual aneka oleh-oleh khas Sumatera Utara lainnya. Ada juga sirup markisa, teri Medan, tauco Medan, berbagai kopi Sumatera Utara dari Mandailing, Sidikalang hingga Sipirok, terong belanda, kacang dan sebagainya. Tiap toko punya sajian yang berbeda, jadi menyusuri jalan ini tak bakal membosankan. Sekali jalan, dapat semuanya.