Mudik Sambil Cicipi Kuliner Khas Solo, Sungguh Sempurna!

Kuliner khas Solo sangat banyak pilihannya. Nah, jika Sobat Pesona ke Solo saat mudik Lebaran nanti, sempatkan untuk mampir ke beberapa tempat ini, ya.

Pulang kampung ke daerah Solo tak lengkap rasanya jika tidak sambil mencicipi kuliner khas Kota Batik ini. Soal rasa, tak perlu ditanya. Berikut tempat kuliner khas Solo yang wajib dicoba saat mudik nanti.


1. Sate Kambing Pak Manto
Sate Pak Manto merupakan salah satu kuliner legendaris yang sudah dibuka sejak 1990. Pak Manto khusus mengolah hidangan dari daging kambing dan diakui sebagai yang terenak di Kota Solo.

Untuk menjaga kualitas, Pak Manto hanya memilih kambing muda dan gemuk agar dagingnya tidak alot. Selain sate, tengkleng di warung Pak Manto juga sangat digemari oleh pengunjung yang datang. Oleh Pak Manto, tengkleng diolah menjadi hidangan yang pedas dengan bumbu rica-rica yang kental.


2. Timlo Sastro
Bagi Sobat Pesona yang belum pernah mencicipi timlo, kedai milik Pak Sastro sangat cocok sebagai tempat pertama yang dikunjungi. Timlo Sastro memiliki rasa yang unik. Sebagian menyebut rasanya mirip sop, sebagian lagi mirip soto dan lainnya menyebut mirip gabungan antara sop dan soto.

Kuah timlo yang gurih berasal dari kaldu ayam pekat. Timlo biasanya disajikan dengan ati ampela, semur telur bebek, daging ayam hingga sosis solo. Timlo Sastro berlokasi di Pasar Gede. Jika tempat ini penuh, Sobat Pesona bisa berpindah ke cabang lain yang ada di Jalan Wahidin. Oiya, Timlo Sastro salah satu tempat favorit Presiden Joko Widodo, lho!


3. Soto Gading Solo
Nah, kedai soto ini juga salah satu tempat kesukaan Presiden Jokowi. Soto Gading pertama kali dibuka pada 1974 dan dijual di atas gerobak. Kini, Soto Gading sudah memiliki tempat yang lebih besar dan selalu dipenuhi oleh pengunjung.

Hidangan andalan di sini adalah soto berkuah kental dari kaldu ayam bening. Satu porsi soto biasanya disajikan dengan soun dan suwiran daging ayam, bisa ditambahkan bawang goreng atau potongan seledri sesuai selera. Rasa soto ini sangat gurih meski tanpa menggunakan banyak rempah sehingga kuahnya tetap bening. Lokasi Soto Gading ini berada di Jalan Brigjen Sudiarto.


4. Selat Solo Mbak Lies
Hidangan ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Penyajiannya mirip steak sapi yang disajikan dengan kentang dan sayuran pelengkap. Bedanya, selat solo justru disajikan dengan banyak sayuran dan "secuil" daging lengkap dengan kuah, mirip semur. Salah satu kedai yang paling enak adalah Selat Solo Mbak Lies, terletak di dalam gang Jalan Veteran.

Warung ini sudah ada sejak 1978 dan kelezatannya belum terkalahkan. Selat Solo di sini memiliki rasa gurih dan manis yang pas. Selat Solo Mbak Lies juga dilengkapi dengan lidah sapi, telur, kentang, wortel, buncis dan mustard khas Belanda.


5. Tengkleng Bu Jito Dlidir
Tengkleng di sini disajikan dengan kuah yang encer dan bebas dari aroma kambing yang kuat. Bau prengu ini hilang karena kambing dibakar terlebih dulu lalu dibersihkan bulunya hingga tak bersisa.

Kedai ini juga memiliki cara memasak tengkleng yang berbeda. Tulang dimasak dengan menggunakan panci presto sehingga daging mudah terlepas meski masih menempel di tulangnya. Lalu, proses memasak yang memakan waktu hingga 5 jam membuat bumbu semakin meresap. Pokoknya, pasti enak! Lokasi Tengkleng Bu Jito berada di Jalan Kolonel Sugiono.