Tugu Khatulistiwa, Fenomena Alam di Titik Nol Derajat

Saat tepat untuk datang ke Tugu Khatulistiwa adalah antara 21-23 Maret dan 21-23 September setiap tahunnya. Di waktu tersebut, terjadi peristiwa alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa.

Indonesia bukan hanya kaya akan keindahan alamnya yang asri, tapi juga karena keunikan fenomena alam yang terjadi di nusantara. Sobat Pesona tentu tahu bahwa Indonesia dilewati oleh garis khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat. Untuk menandai titik itu, dibangunlah Tugu Khatulustiwa atau Equator Monument.

Awal mula pembangunan tugu merupakan bagian dari salah satu ekspedisi internasional yang dilakukan oleh kelompok ahli geografi dari Belanda. Mereka sengaja datang ke Pontianak untuk menemukan titik lintasan garis khatulistiwa.

Tugu Khatulistiwa dibangun dengan empat tahap. Tugu pertama dibangun pada 1928 berbentuk tonggak dan anak panah. Pada 1930, bentuknya disempurnakan dengan menambahkan lingkaran dan anak panah. Kemudian pada 1938, tugu kembali disempurnakan.

Hingga pada 1990, Tugu Khatulistiwa kembali direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli. Pada proses ini, bangunan juga dibuatkan duplikat tugu dengan tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya. Tugu Khatulistiwa kemudian diresmikan pada 21 September 1991.

Saat tepat untuk datang ke Tugu Khatulistiwa adalah antara 21-23 Maret dan 21-23 September setiap tahunnya. Di waktu tersebut, terjadi peristiwa alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Peristiwa disebut juga sebagai titik kulminasi matahari.

Pada posisi tersebut, matahari akan berada tepat di atas kepala sehingga menghilangkan bayangan benda-benda di atas bumi selama beberapa detik. Fenomena alam inilah yang kemudian menjadikan Tugu Khatulistiwa menjadi lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Untuk memeriahkan fenomena ini, pemerintah mengadakan Festival Kulminasi yang dijadikan agenda pariwisata nasional. Festival Kulminasi dimulai sejak beberapa hari sebelumnya dengan parade serta acara hiburan lainnya.

Ada salah satu tradisi festival yang unik selama event ini berlangsung. Pengunjung yang datang akan diajak untuk mendirikan telur secara bersamaan. Terdengar sepele, tapi mendirikan telur terasa lebih menarik saat titik kulminasi terjadi.

Mendirikan telur memang mudah, tapi akan lebih gampang dilakukan saat titik kulminasi terjadi. Sebab, titik kulminasi terjadi ketika matahari berada dekat dengan bumi sehingga pengaruh gravitasi terhadap bumi lebih kuat.

Jika Sobat Pesona bisa meluangkan waktu pada 21-23 September nanti, wajib datang ke Tugu Khatulistiwa. Untuk menyaksikan fenomena ini, tidak dikenakan biaya. Sobat Pesona juga bisa mencoba untuk menyusuri garis khatulistiwa dan mendapatkan sertifikat berjudul "Piagam Perlintasan Khatulistiwa", lengkap dengan nama kita dan tanggal saat ke sana.