Candi Sumberawan, Candi Berstupa Satu-satunya di Jawa Timur

Candi Sumberawan terletak sekitar 6 kilometer dari Candi Singosari di Tumpang. Lokasi candi ini berada di pinggir hutan pinus yang berada di lereng Gunung Arjuna, berada di antara kolam yang berasal dari sumber air di samping candi.

Malang dikenal menyimpan berbagai nilai historis dengan banyaknya ditemukan candi-candi dengan pengaruh Hindu dan Budha. Kali ini, saya berkunjung ke candi terkenal bernama Sumberawan di Malang. Seperti candi Hindu lainnya, Candi Sumberawan juga menyimpan sejarah nan panjang kisah Kerajaan Majapahit.

Candi Sumberawan berada sekitar 6 kilometer dari Candi Singosari di Tumpang.  Lokasi candi ini berada di pinggir hutan pinus yang berada di lereng Gunung Arjuna, berada di antara kolam yang berasal dari sumber air di samping candi.

Sumber awan merupakan satu-satunya candi berbentuk stupa di Jawa Timur. Di depan pagar lokasi candi ada dua plakat nama, yaitu Candi Sumberawan dan Stupa Sumberawan Tertulis. Stupa ini tingginya sekira 2,23 meter dan terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari.

Candi Sumberawan tidak lepas dari kerajaan Majapahit, khususnya di era kepemimpinan Hayam Wuruk. Berdasarkan kitab Negarakertagama, Candi Sumberawan dibangun pada abad 14 sampai 15 Masehi .

Dahulu, lokasi Candi Sumber Awan pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk ketika melakukan perjalanan keliling wilayahnya pada 1359 Masehi.  Hayam Wuruk lalu menemukan beberapa sumber mata air yang memiliki aura tinggi. Lokasi itu lalu dibangun Kasurangganan atau pedepokan. 

Candi ini ditemukan pertama kali tahun 1904. Saat ditemukan, stupa candi sudah tidak ada. Selanjutnya, pada1935, dilakukan penelitian oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda. Selanjutnya dilakukan pemugaran pada bagian kaki candi pada tahun 1937, tapi tidak isa diselesaikan karena ada beberapa bagian hilang. Lalu, Candi Sumberawan direkonstruksi secara darurat.

Di sekitar lokasi candi juga ada bangunan yang digunakan untuk para pelaku spiritual yang ingin bermalam. Ada dua bilik kamar yang di depannya memancar air yang tak pernah berhenti. Di sebelah barat candi juga ada lokasi sumber mata air yang digunakan sebagai tempat bersuci. Lokasi-lokasi tersebut tak pernah sepi dari beberapa sesajen maupun aroma dupa serta kembang sekar.

Candi Sumberawan menjadi bukti sejarah bangsa sebagai benang merah kejayaan Kerajaan Majapahit, bentuk perkembangan masyarakat dengan segala aspek kehidupan sosial, agama dan budaya di Indonesia. Candi yang masih tersisa saat ini  menjadi wujud nyata kekayaan budaya yang tak lekang ditelan zaman bagi ilmu pengetahuan.