5 Destinasi Wisata Religi Islami di Tanah Minang

Menyusuri paduan megahnya tradisi Minangkabau dan warna Islam di masjid-masjid bersejarah di Sumatera Barat. Dari pusat syiar Islam yang berdiri sejak abad 18 hingga masjid megah yang tahan gempa 10 SR.

Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Jadi tidak heran jika wisata religi bernuansa Islami di Sumatera, gudangnya ya di Tanah Minang ini. Perjalanan wisata religi di Sumatera Barat tak akan membosankan. Destinasi wisata religi di kawasan Sumatera Barat menyuguhkan tradisi Minangkabau dan Islam yang telah berbaur sejak berabad silam. Kemana saja? Yuk, simak satu-satu.


1. Makam Syeikh Burhanuddin Ulakan
Syeikh Burhanuddin Ulakan merupakan salah satu ulama, penyebar agama Islam di Sumatera Barat. Ulama yang berasal dari Pariaman ini meninggal pada tahun 1704 dan dimakamkan di dekat Surau Gadang Syeikh Burhanudin di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. Tradisi setempat, ziarah ke makam ini disebut Basapa atau Bersafar, dilakukan pada tanggal 10 Safar.


2. Masjid Raya Sumatera Barat
Masjid Raya Sumatera Barat di Padang adalah masjid terbesar di provinsi Sumatera Barat. Masjid di jantung kota Padang ini memiliki arsitektur rumah Bagonjong gaya Minangkabau dan teknologi modern. Mesjid seluas 4.430 meter persegi ini sangat megah dengan ukiran kaligrafi, mihrab masjid menyerupai Hajar Aswad dan tahan gempa hingga 10 SR. Untuk melihat keindahan dan keunikan Masjid Raya Sumatera Barat tak perlu membayar HTM, kita hanya diminta untuk mengisi kotak infaq seikhlasnya.


3. Miniatur Mekkah
Miniatur Mekkah berada di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tengah, Padang. Miniatur Mekkah biasanya digunakan untuk manasik haji dan untuk beribadah, dibangun pada 13 Desember 2000 serta mulai beroperasi sejak 8 September 2001. Yang menjadikan tempat tersebut luar biasa karena memiliki pemandangan alam yang asri. Di sekitar tempat wisata religi tersebut terdapat pemandangan hijau perbukitan dan hawanya sangat sejuk.


4. Masjid Muhammadan
Salah satu masjid tertua di Padang. Masjid Muhammadan berada di Kecamatan Padang Selatan tepatnya di Kelurahan Pasa Gadang, Kota Padang. Masjid ini berdisi sejak 1843, bangunan masjid dibuat dengan bahan putih telur dan gula sebagai perekatnya. Masjid ini merupakan peninggalan muslim keturunan India di Kota Padang. Salah satu tradisi terkenal di masjid ini, adalah Serak Gulo atau tebur gula yang digelar setiap 1 Jumadil Akhir Hijriah.


5. Masjid Raya Ganting
Masjid Raya Ganting memiliki arsitektur bergaya Spanyol, Cina dan Timur Tengah. Arsitektur bergaya Spanyol dan Timur Tengah terlihat di bagian depan bangunan. Tembok tebal tanpa atap dan gerbang-gerbang tanpa daun pintu, terlihat seperti benteng Spanyol.Masjid Ganting merupakan masjid tertua di kota Padang. Berdiri sejak tahun 1805, dulunya menjadi pusat syiar agama Islam di Sumatera Barat dan pesisir barat Sumatera.