Keindahan Pulau Timang, Gondola Hingga Debur Ombak

Pantai Timang memang terkenal dengan adanya gondola yang digunakan oleh warga untuk mencari ikan. Belakangan, gondola dijadikan wahana bagi para wisatawan yang ingin merasakan serunya menyeberang ke pulau karang kecil di tengah laut dengan hanya mengandalkan tali yang membentang di keduanya.

Keindahan Pantai Timang membuat saya semakin menikmati perjalanan dari dari pusat kota Jogjakarta ke Pantai Timang, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Sebelum sampai ke Pantai Timang, saya turun di parkiran yang jaraknya cukup jauh lokasi wisata itu. Dari sana, perjalanan saya lanjutkan dengan sewa kendaraan jip milik penduduk lokal. Jip bisa diisi sesuai dengan kapasitas yang ditentukan. Jip yang saya tumpangi diisi lima orang plus sopir yang akan mengantar kami ke Pulau Timang.

Sepanjang perjalanan, para penumpang banyak berbincang dengan sopir sehingga perjalanan terasa menyenangkan. Sekitar tiga hingga empat kilometer dari jalanan yang kami lewati sebagian sudah jalan aspal, sebagian tanah, lalu sebagian lagi masih tanah dan bebatuan. Begitu sampai di lokasi parkiran Pantai Timang, mata saya menangkap seluruh keindahan yang disajikan.

Pantai Timang memang terkenal dengan adanya gondola yang digunakan oleh warga untuk mencari ikan. Belakangan, gondola dijadikan wahana bagi para wisatawan yang ingin merasakan serunya menyeberang ke pulau karang kecil di tengah laut dengan hanya mengandalkan tali yang membentang di keduanya. Gondola yang digerakkan dengan tenaga manusia ini dapat dinaiki dengan biaya kurang lebih seratus ribu per orang.

Selain gondola, Sobat Pesona bisa menyeberang ke pulau karang dengan menggunakan jembatan yang mengelilingi pinggiran tebing. Jembatan bambu ini asli buatan warga sekitar. Kita bisa berfoto dengan latar tebing yang cantik dan laut yang biru.

“Ombak hari ini tidak begitu besar. Biasanya kalau ombak sampai ke atas jembatan, justru wisatawan berebut untuk naik gondola dan jembatan. Fotonya jadi lebih dahsyat!” jelas Pak Slamet yang sehari-harinya memandu wisatawan.

Wah! Saya kaget karena ombak yang besar justru jadi incaran pasa wisatawan untuk mendapatkan foto terbaiknya. Pak Slamet menjelaskan ombak Pantai Timang bisa sampai ke atas gondola. Terdengar mengerikan memang, tapi bagi wisatawan pecinta wisata adrenalin, kesempatan ini sungguh sempurna.

Saya juga sempat mampir ke Pantai Pasiran yang berada di sebelah kiri area parkir. Usai menikmati keindahan Pulau Timang dan sekitarnya, Sobat Pesona wajib mencicip lobster yang di jual oleh warga sekitar. Gunung Kidul dan Tepus merupakan dua daerah penghasil lobster terbaik di Jogjakarta.  Saya saja tidak bisa menolak suguhan lobster hasil tangkapan warga yang baru saja dimasak.

Bukan hanya wisatawan, fotografer dan wartawan amat menikmati keindahan Pulau Timang. Mereka berusaha untuk menangkap keindahan debur ombak Pantai Timang lewat lensa kamera.  Jadi, Sobat Pesona harus menikmati keindahan Pantai Timang secara menyeluruh, ya!