Ketika Kerbau Tak Pernah Menginjak Tanah

Hampir sebagian besar hidup kerbau rawa di Kalimantan Selatan dihabiskan di dalam ari di Danau Panggang. Sesekali, mereka naik ke kandang untuk tidur, tapi tetap mencari makan di air, bukan di darat.

Jika Sobat Pesona berkunjung ke Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, jangan kaget ketika melihat kerbau (Bubalus bubalis carabanensis) malah digembalakan ke perairan seluas sekitar 38.000 hektare, bukan di padang rumput layaknya sapi atau kambing pada umumnya. Ratusan kerbau tiap hari mencari makan dengan berenang di air seharian. Dengan demikian, istilah Bahasa Inggris “water buffalo” untuk kerbau ini sungguh sangat tepat.

Kerbau-kerbau itu bukanlah kerbau liar karena memang ada pemiliknya. Ada puluhan kandang kerbau rawa di Danau Panggang dan semua kandang itu berada di atas permukaan air. Ada tiang penyangga dan ada papan pijakan sehingga kerbau-kerbau itu bisa merebah dan tidur di malam hari.

Kandang-kandang kerbau itu dibuat di atas air memakai kayu ulin yang sangat tahan air dan cuaca. Setiap kadang rata-rata berisi sekitar seratus sampai dua ratus kerbau berbagai usia. Dan dalam waktu-waktu tertentu, kerbau yang sudah layak dijual akan dibawa ke darat untuk dipotong atau dijual lagi sebagai bagian dari upacara adat tertentu.

Jawad merupakan salah satu gembala kerbau di Danau Panggang. Tiap pagi, sekitar pukul 07.00 WITA, dia datang dengan perahu motor kecil ke kandang milik Haji Fahri. Setiap hari, Jawad bertugas menggiring kerbau-kerbau dewasa ke area-area danau yang mengandung aneka tanaman air yang tidak lain adalah pakan kesukaan si kerbau. Kemudian, Jawad kembali ke kandang untuk memberi makan kerbau-kerbau yang masih anak-anak.

Di kandang-kandang itu, kerbau-kerbau juga berkembang biak sehingga anak-anak kerbau selalu terlihat di kandang-kandang itu. Anak-anak kerbau umumnya belum bisa mencari makan sendiri. Jadi, itu menjadi tugas para gembala kerbau seperti Jawad untuk merawatnya sampai mampu mencari makan sendiri.

“Kerbau yang belum dewasa tidak tahan berenang lama. Kalau kelelahan bisa tenggelam dan mati. Mereka harus diperlakukan berbeda,” kata Jawad.

Setelah berenang seharian mencari makan, kerbau-kerbau itu akan kembali ke kandang asalnya menjelang senja. Seperti mempunyai jam pribadi, para kerbau itu dengan tertib menuju kandang masing-masing, naik ke atas kandang  lalu beristirahat di malam hari.

“Dalam pengalaman saya, belum pernah ada kerbau yang kembali ke kandang lain,” kata Jawad.

Kerbau rawa di Danau Panggang adalah sebuah objek wisata yang sangat menarik. Hampir setiap hari ada belasan perahu yang dinaiki para wisatawan untuk menyaksikan kerbau rawa yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Saat terbaik untuk mengunjungi Danau Panggang adalah saat matahari terbit karena saat itulah segala aktivitas kerbau dimulai.