3 Destinasi Pemicu Adrenalin di Taman Nasional Ujung Kulon

Dikenal sebagai rumah bagi lebih dari 600 spesies yang dilindungi, taman nasional tertua di Indonesia ini juga menawarkan beragam aktivitas seru pemicu adrenalin.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) adalah taman nasional tertua di Indonesia yang didirikan pada 1992. Sudah resmi sebagai Warisan Dunia UNESCO, Ujung Kulon yang terletak di Banten, Jawa Barat, mencakup hutan lindung luas dengan luas total daratan dan lautan sekitar 122.956 hektar. Ia membentang dari Semenanjung Ujung Kulon sampai Samudra Hindia.

Sebelum menjelajahi TNUK, kita harus mampir terlebih dulu di Balai Nasional Taman Nasional Ujung Kulon di Labuan, Banten, untuk mengantongi perizinan memasuki kawasan taman nasional. Baru dari Labuan, untuk mencapai TNUK, kita menuju daerah Sumur dan menyeberang dengan kapal menuju Pulau Peucang.

TNUK memiliki tiga tipe ekosistem, daratan, laut, dan pesisir pantai. Taman nasional di ujung barat pulau Jawa ini menjadi rumah bagi 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 240 jenis burung, 59 jenis reptilia, 22 jenis amphibia, 72 jenis insect, 142 jenis ikan-ikanan, dan 33 jenis terumbu karang. Badak jawa merupakan salah satu hewan terpenting yang hidup di sini. Ia kini menjadi salah satu hewan berstatus terancam punah. Ujung Kulon merupakan satu-satunya tempat di dunia di mana badak jawa mampu berkembang biak secara alami. 

Dengan keragaman flora dan fauna tersebut, Taman Nasional Ujung Kulon menjadi destinasi petualangan yang tak ada habisnya. Terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Peucang, Pulau Handeleum, Pulau Panaitan, dan pulau yang berada di area Semenanjung Ujung Kulon, juga Gunung Honje, banyak aktivitas yang bisa kita lakukan. Tiap pulau menawarkan ragam aktivitas yang berbeda-beda. Ini yang menjadikan TNUK unik.


Pulau Peucang
Merupakan gerbang utama TNUK. Di pulau ini, kita bisa melihat langsung monyet, peucang (sejenis rusa), dan babi hutan di alam bebas. Peucang juga merupakan salah satu pulau yang menyediakan penginapan untuk para wisatawan. Di Peucang, kita juga bisa melakukan jungle trekking; menelusuri rute setapak di tengah hutan, hingga akhirnya tiba di titik sunset viewing terbaik di Peucang yang menghadap ke Karang Copong.


Handeleum
Tempat terbaik untuk mencoba canoeing. Kita bisa membelah pulau dengan menaiki kano yang menyusuri Sungai Cigenter, dan memasuki belantara Handeleum dari atas kano. Di kiri-kanan, kita bisa melihat hutan belukar dan kadangkala rusa berlarian serta ular melingkar di batang pohon di tepi sungai.


Semenanjung Ujung Kulon
Merupakan habitat asli badak jawa. Di sini, terdapat beberapa titik destinasi. Semisal, Cidaon yang menjadi tempat hidup dan pengembalaan banteng-banteng, atau Tanjung Layar, spot berkemah di TNUK.


Foto: Ronny Valstad