Naskah Kuna dan Prasasti, Masa Lalu untuk Masa Kini

Sejarah hidup manusia bisa ketahui dari peninggalan aksara nenek moyang dalam bentuk naskah kuna atau prasasti. Sebab, apa yang ada di sekitar kita saat itu adalah bukti dan hasil pemikiran di masa lampau. Setuju?

Tan hana nguni tan hana mangké, aya ma baheula hanteu teu ayeuna, hanteu ma baheula, hanteu teu ayeuna.” Diambil dari naskah kuna yang berjudul Amanat Gunung Galunggung yang ditulis leluhur pada abad ke-16 tahun 1518. Ketika diterjemahkan bebas ke dalam Bahasa Indonesia menjadi, “Bila tidak ada dahulu tidak ada masa depan, ada masa lalu maka ada masa kini, bila tidak ada masa lalu, tidak akan ada masa kini.”

 

Kalimat tersebut menyiratkan betapa berpengaruhnya keberadaan masa lalu terhadap kondisi masa kini dan menentukan bagaimana keadaan masa depan kelak. Masa lalu yang dialami nenek moyang dapat dipelajari pada manusia-manusia yang hidup di masa kini dan akan dipersiapkan untuk masa depan anak cucu nanti.

Saat para peneliti peristiwa ingin tahu kejadian di masa lalu, mereka harus menemukan jejak-jejak peninggalan manusia yang hidup di masa itu dan sering disebut sebagai zaman nenek moyang. Keterhubungan manusia di masa lalu dan masa kini berikut peninggalannya ditempatkan pada posisi geografis, bahasa daerahnya, budaya dan karakter etnis, termasuk bentuk tulisan aksara setempat.

Jejak-jejak peninggalan masa lalu ada yang berupa peralatan  atau perlengkapan kehidupan sehari-hari ada juga yang berbentuk catatan-catatan berupa goresan yang berisi hal ikhwal pengetahuan, perjalanan, pengalaman hingga peristiwa yang terjadi pada kehidupan mereka. Goresan tertulis nenek moyang ada yang berupa gambar simbol, pun tentetan aksara. Dapat ditemukan di batu, dinding gula, tulang hewan, rotan, bambu, serta lampiran berbahan kulit kayu atau daun serta kulit hewan.

Tulisan peninggalan masa lalu terbagi ke dalam dua media tulis.  Tulisan aksara selain di batu-batuan disebut naskah kuna atau manuskrip. Sementara, tulisan yang tergores di batu-batuan disebut prasasti.

Naskah kuna atau manuskrip sendiri merupakan sebuah karya berupa tulisan tangan yang pada umumnya menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan yang dianggap sebagai hasil budaya masa lampau. Catatan pada naskah kuna dirangkai lebih panjan, rinci dan lebih lengkap.  Sementara pada prasasti, hanya berisikan informasi pendek dengan menyebutkan sesuatu yang dirasa penting untuk diinformasikan saja.

Peninggalan naskah kuna maupun prasasti bagi masa kini dapat menjadi sesuatu yang penting guna mencari tahu apa yang terjadi di masa lampau. Tujuannya? Agar dapat dipelajari oleh manusia zaman now untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Sobat Pesona akan saya ajak untuk mengenal lebih jauh tentang berbagai bentuk prasasti dan aksara yang ada di nusantara. Ada kalanya mempelajari pengalaman leluhur sendiri bisa menjadi pelajaran dan masukan tersendiri untuk memperbaiki diri sendiri maupun kelompoknya.

Foto: Sinta Ridwan (Koleksi Perpusnas, Kode: No-code, AS 5, Kode 632b Peti 16)