Jelajah Kuliner di Atas Sungai Musi

Sungai Musi menawarkan wisata kuliner yang unik, mulai dari restoran yang berdiri megah di pinggir sungai, hingga rumah makan yang benar-benar berada di atas Sungai Musi.

Wisata perairan seperti di pantai atau sungai tak bisa lepas dari kuliner. Seperti di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, beragam rumah makan bisa menjadi pilihan saat kita berwisata ke sini. Jika sudah bosan dengan restoran di pinggir sungai, bagaimana dengan restoran di atas sungai?

Inilah keunikan Sungai Musi. Di sepanjang aliran sungai kita dapat dengan mudah menemukan banyak “kapal” yang sedang bersandar. Namun, mereka tidak ingin berlayar atau pulang dari menangkap ikan.

Kapal-kapal ini memang tidak akan pergi kemana-mana sebab mereka menunggu para wisatawan yang ingin menjajal santapan khas Sumatera Selatan di dalam kapal tersebut. Makan di atas kapal yang terapung saat ini sedang populer di kalangan wisatawan. Alasannya, makan di atas rumah makan kapal menawarkan sensasi yang unik.

Salah satu rumah makan yang kerap disambangi wisatawan adalah Rumah Makan Mbok War yang mengapung di sekitaran Dermaga Pasar 16 Ilir Palembang. Rumah makan yang sudah buka lebih dari 17 tahun ini menawarkan aneka pindang yang merupakan kuliner khas Sumatera Selatan, seperti pindang patin, pindang gabus, pindang baung, hingga pindang tulang.

Tak hanya menu pindang, rumah makan terapung ini juga menawarkan sambal andalan Sumatera Selatan, yang disebut sambal buah. Ini adalah jenis sambal hasil campuran cabai merah, buah embem sejenis mangga, dipadu dengan tomat ceri.

Di kawasan Dermaga Pasar 16 Ilir setidaknya ada tiga rumah makan dengan konsep yang sama. Namun jangan bayangkan semuanya memiliki fasilitas yang lengkap apalagi suasana yang mewah bak restoran. Rumah makan di kapal “ketek”, sebutan kapal yang ada di Sungai Musi, sangat sederhana. Namun rasanya tentu tak sesederhana penampilan rumah makannya.

Jika ingin menikmati suasana yang lebih mewah, Sungai Musi juga menyediakan beberapa restoran top di pinggir sungai. Salah satu yang sudah dikenal baik di mata wisatawan adalah restoran River Side.

Waktu berkunjung terbaik ke River Side adalah saat malam hari. Selain bisa menyantap beragam hidangan khas Sumatera Selatan, kita juga bisa menikmati keindahan Sungai Musi dan Jembatan Ampera di kala malam.

Tidak sampai di situ, pengelola River Side juga menyediakan kapal ketek yang bisa kita tumpangi untuk berkeliling sungai. Dalam sekali perjalanan, kapal bisa memuat hingga 80 orang dengan durasi perjalanan 30 menit.

Selain rumah makan apung dan restoran pinggir sungai, saat ini di sekitar Sungai Musi juga sudah terdapat pusat jajan serba ada, alias pujasera, alias Food Court.

Tips paling penting sebelum menyantap makanan di pujasera ini adalah bertanya soal harga menu yang ingin kita beli. Memang agak sungkan, namun lebih baik sungkan ketimbang ujung-ujungnya kita diberi harga yang tidak wajar, bukan?