Inilah Daftar Lengkap Geopark di Indonesia yang Mendunia

Indonesia memang identik akan alamnya yang memukau. Namun tak banyak yang tahu jika ternyata dari ribuan destinasi wisata alam, hanya 15 yang menyandang status Geopark.

Tak sembarang tempat wisata bisa menyandang predikat sebagai Taman Bumi, alias Geopark. Saat ini ada dua tingkat geopark yang diakui di Indonesia, tingkat nasional yang ditetapkan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia dan Unesco Global Geopark (UGG) Network yang ditetapkan oleh Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya PBB (Unesco).

Mana saja destinasi yang telah berhasil masuk dalam kategori geopark? Ini dia daftarnya.


Gunung Sewu Unesco Global Geopark
Taman bumi yang membentang di Kabupaten Pacitan, Gunung Kidul, dan Wonogiri ini berhasil menjadi bagian dari jaringan geopark dunia pada tahun 2015 lalu. Gunung Sewu yang sebenarnya merupakan karst batu gamping ini sudah tersohor bahkan sejak abad 19.

Bukan cuma suguhan alamnya yang cantik, Gunung Sewu juga menyimpan sejarah kebesaran arkeologi sejak belasan ribu tahun lalu. Banyak peninggalan pada era paleolitikum-neolitikum manusia pra sejarah bisa ditemukan di tempat ini.

Secara keseluruhan, Gunung Sewu memiliki 33 situs warisan alam (geosite). Di Gunung Kidul 13 geosite, Wonogiri 7 geosite, dan Pacitan 13 geosite.


Ciletuh-Plabuhanratu Unesco Global Geopark
Ditetapkan sebagai geopark nasional tahun 2015 dan menjadi bagian dari UGG tahun 2018 telah menjadikan Ciletuh-Plabuhanratu menjadi geopark tingkat dunia. Keindahan alam geopark yang berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat ini mulai terbentuk sejak ratusan juta tahun yang lalu karena proses penujaman lapisan kerak bumi.

Tidak hanya keragaman dan keunikan jenis batuannya, betang alam Ciletuh-Plabuhanratu juga beragam, dari pantai, pegunungan, dan air terjun. Ketiganya memiliki nilai pendidikan geologi dan estetika yang tinggi. Cantiknya pegunungan karst yang dipadukan dengan warisan biologi di kawasan hutan lindung dan budaya Sunda Tua sangat menarik untuk dikunjungi.


Rinjani Unesco Global Geopark
Semua orang mengenal Rinjani, tampi belum banyak yang tahu jika Rinjani telah dilabeli geopark dunia dari Unesco sejak tahun 2016. Daya tarik utama dari Rinjani adalah lengkapnya koleksi yang ditawarkan, mulai dari keanekaragaman hayati, budaya masyarakat setempat, hingga fenomena kegunungapian yang hingga kini masih terus jadi bahan penelitian.

Rinjani memiliki keragaman flora dan fauna yang sebagian besar bersifat endemik. Artinya, kita hanya bisa menemukan flora dan fauna itu di Taman Nasional Gunung Rinjani. Letusan besar Gunung Rinjani yang menghasilkan kaldera, danau, dan kerucut aktif Gunung Barujari ratusan ribu tahun lalu telah menciptakan sajian wisata yang sangat fenomenal.


Batur Unesco Global Geopark
Geopark ini telah ditetapkan sebagai geopark nasional tahun 2010. Lima tahun kemudian Unesco menganugerahi Batur sebagai Global Geopark.

Kecantikan Batur terbentuk sejak ratusan ribu tahun yang lalu karena letusan gunung berapi yang membuat kaldera ganda. Uniknya, hingga kini batuan hasil letusan gunung itu masih diambil oleh warga setempat untuk membuat perlengkapan rumah dan bahkan dijadikan bahan untuk membuat rumah.

Selain keempat geopark tersebut, sejak 2008, Komite Nasional Geopark Indonesia telah menetapkan 15 destinasi wisata alam lain sebagai kawasan geopark nasional. Di penghujung tahun 2018 lalu, ada 8 lokasi lain yang bergabung dalam Geopark Indonesia.

Kedelapan lokasi tersebut adalah Geopark Silokek (Sumatera Barat), Geopark Ngarai Sianok-Maninjau (Sumatera Barat) dan Geopark Sawahlunto (Sumatera Barat), Geopark Natuna (Kepulauan Riau), Geopark Pongkor (Jawa Barat), Geopark Karangsambung-Karangbolong (Jawa Tengah), Geopark Banyuwangi (Jawa Timur), dan Geopark Meratus (Kalimantan Selatan).

Tujuh lokasi lain yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai geopark nasional adalah Kaldera Toba, Merangin, Belitong, Bojonegoro, Maros Pangkep, Tambora, dan Raja Ampat.