Bentor, Transportasi Andalan Warga Siantar dari Zaman Perang

Bentor di Siantar menggunakan sepeda motor Birmingham Small Arm dari Inggris yang masih kuat melaju hingga sekarang.

Berkunjung ke Pematang Siantar, Medan, Sumatera Utara, tidak lengkap rasanya jika belum naik becak Motor atau bentor. Masyarakat setempat mengandalkan bentor untuk keperluan sehari-hari, seperti ke pasar, ke sekolah, mengantar barang dan lainnya.

Seperti namanya, bentor merupakan gabungan dari becak dan sepeda motor. Penumpang duduk di dalam becak, sementara motor digunakan sebagai sumber tenaga penggerak, tidak menggunakan sepeda yang dikayuh. 

Dalam sejarahnya, Bentor sudah ada di Siantar sejak 1940-an dan 1950-an. Dulu, bentor Siantar menggunakan mesin sederhana berukuran silinder kecil dan dipasangkan pada kayuh di becak tradisional.

Bentor terus dikembangkan hingga akhirnya menggunakan sepeda motor utuh yang "ditempelkan" di samping kursi penumpang. Motor yang digunakan pada bentor di Siantar juga bukan sembarang motor. Bentor di Siantar menggunakan motor Birmingham Small Arm (BSA), "warisan" dari Inggris di zaman perang dulu. Hingga saat ini, Sobat Pesona masih bisa menemukan bentor dengan motor BSA berkeliaran di Kota Pematang Siantar.

Dilihat sepintas, Sobat Pesona pasti tahu perbedaan antara bentor di Siantar dengan yang ada di daerah lainnya seperti Jogjakarta. Motor pada bentor di Siantar berada di sisi samping. Sedangkan pada bentor di Jogjakarta ada di belakang kursi penumpang.

Saat ini, bentor di Siantar menjadi salah satu cagar budaya, merujuk pada Undang Undang No.5 Tahun 1992. Undang-undang tersebut berbunyi bahwa benda peninggalan sejarah di atas usia 50 tahun berada di bawah perlindungan pemerintah dan wajib dilindungi. Jumlah bentor BSA di Siantar saat ini hanya sekitar 200 unti saja. Padahal, dulu bisa sampai 800 hingga 1.000 unit.

Dengan menjadi ikon Kota Pematang Siantar, pengendara lebih peduli pada keadaan bentor. Mereka secara rutin mengecek motor, menggunakan knalpot yang tidak berasap, hingga mengganti dudukan di kursi penumpang demi kenyamanan.

Dengan berkembangnya moda transportasi saat ini, keberadaan bentor tidak hilang begitu saja. Sekarang, bentor lebih sering digunakan oleh wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkeliling Kota Pematang Siantar.

Dentuman mesin tua dari BSM sangat terasa, tapi sangat halus. Sobat Pesona harus merasakan sendiri bagaimana sensasi naik becak bermotor klasik yang cuma ada di Siantar ini. Selagi naik bentor, Sobat Pesona juga bisa mengobrol dengan pengendara bentor yang ada di sebelah kita untuk bertanya-tanya soal bentor miliknya yang melegenda.