Al Quran Unik di Nusantra, Berbagai Ukuran dan Usia

Selama bulan Ramadan, yuk, cari tahu tentang kitab suci Al Quran unik yang ada di Indonesia. Mulai dari yang paling besar hingga yang terkecil dan tahan api.

Bila biasanya Sobat Pesona membaca Al Quran dalam bentuk kitab, beberapa daerah di Indonesia mengabadikan keindahan aksara Arab ke media lain, seperti lembar kayu atau marmer. Namun, ada juga Al Quran yang merupakan warisan dari nenek moyang yang telah berusia ratusan tahun.


1. Al Quran Al-Akbar (Palembang)
Tulisan Al Quran di Pesanntren Al-Ikshaniyah, Palembang, Sumatera Selatan, ini diukir di atas bilah-bilah kayu berukuran 177 x 140 cm. Dengan ukuran permukaan kayu tersebut, Al Quran di Palembang ini diklaim sebagai yang terbesar di dunia di yang pernah dicetak di atas lembar kayu.

Proses pembuatan Al Quran Al Akbar ini cukup lama, yaitu sejak 2002 hingga 2008 dan dipahat satu persatu. Al-Quran yang terdiri dari 630 lembar kayu ini memiliki dasar berwarna coklat dengan tulisan kunig yang timbul. Di setiap tepi lembar kayu dihiasi dengan ornamen khas Palembang.

2. Mushaf Istanbul (Jakarta)
Mushaf Al Quran terkecil ini berada di Museum Bayt Al Quran, Taman Mini Indonesia Indah. Mushaf Istanbul ini merupakan pemberian dari Turki agar bisa dilihat masyarakat umum. Menurut catatan, Mushaf Istanbul ditulis oleh Sayid Muhammad Abdul Latif pada 1401 Hijriah.

Ukuran Mushaf Istanbul hanya sekitar 1x1,5 cm. Saking kecilnya, kita akan membutuhkan kaca pembesar untuk membaca tulisan di dalamnya. Mushaf Istambul disimpan di ruang pamer museum bersama dengan Mushaf Wonosobo yang disebut sebagai mushaf terbesar di Indonesia.

3. Al Quran Marmer (Pekalongan)
Tak hanya di atas kertas, mushaf Al Quran pun bisa dituliskan ke media lain. Di Masjid Al-Muhtarim, Pekalongan, Jawa Timur, Al Quran dituliskan di atas marmer berukuran 60x90 cm. Aksara Arab dan hiasan di setiap tepi marmer diukir dengan sangat halus. Madia marmer dipilih agar lebih awet. Marmer yang digunakan berasal dari Tulungagung, Makassar hingga diimpor langsung dari Italia.

Pembuatan Al Quran Mamer dilakukan dengan cara manual sehingga membutuhkan sembilan hari untuk menyelesaikan satu lembar. Untuk menyelesaikan total 30 juz, dibutuhkan waktu sekitar tujuh tahun. Tebal marmer yang digunakan mencapai 2 cm sehingga total berat Al Quran marmer mencapai 14 ton!

4. Al-quran Tertua (Alor)
Penyebaran agama Islam di Alor, Ternate, Maluku Utara dimulai oleh Iang Gogo, salah satu tokoh Islam yang hingga saat ini masih sangat dihormati. Dalam perjalanan menyebarkan ajaran Islam, Iang Gogo membawa Al Quran yang konon sudah berusia lima abad atau sejak 1518.

Al Quran ini terbuat dari kulit kayu yang ditulis dengan tinta berwarna hitam dan merah. Meski usia Al Quran ini sudah sangat tua, tapi kondisinya masih terbilang cukup baik dan tidak terbakar saat terkena api. Hingga saat ini, Al Quran milik Iang Gogo disimpan di rumah keturunan ke-14 bernama Nurdin Gogo.

5. Al Quran Tinta Emas (Polewali Mandar)
Al Quran ini adalah warisan dari salah satu penyebar agama Islam yaitu Tuan Langarang. Konon, Al Quran ini sudah ada sejak abad ke-18 dan terus diwariskan kepada keturunan Tuang Langarang. Saat ini, kondisinya masih bagus dan disimpan di rumah Asrul, cucu generasi Tuan Langarang, di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ukuran Al Quran ini hanya 3x2 cm. Menurut generasi cucu Tuan Langarang, tulisan di dalam Al Quran ini tulis tangan dengan tinta emas. Al Quran berukuran kecil ini hanya dikeluarkan pada waktu-waktu tertentu seperti saat bulan Ramadan tiba.