Surfing ‘Kidal’ di Pantai Suluban Uluwatu

Karakter ombak sapu kiri yang dimiliki Pantai Suluban membuatnya sulit untuk ditaklukkan. Ombak seperti ini lebih cocok untuk orang yang kidal.

Jangan tanya keindahan yang dimiliki Pantai Suluban yang berada di daerah Uluwatu, Bali Selatan ini. Pantai yang juga dikenal sebagai Blue Point Beach ini merupakan pantai yang memiliki ciri khas berupa tebing-tebing tinggi yang terjal. Ombaknya pun cukup besar. Ombak di Pantai Suluban bisa mencapai 3-4 meter, dengan panjang mencapai puluhan meter. Maka tak heran kalau pantai ini jadi salah satu spot untuk surfing yang menantang.

Sebelum surfing di Pantai Suluban kita juga harus sedikit berolahraga, alias jalan kaki. Pasalnya, Pantai Suluban berada di bagian bawah tebing. Kita harus berjalan menuruni tangga kurang lebih sejauh 200 meter. Lumayan pemanasan sebelum surfing.

Karatker ombak di Pantai Suluban terbilang unik. Karena ombaknya lebih menyapu ke kiri pantai. Dengan kata lain, ombak seperti ini lebih cocok untuk para peselancar yang kidal. Ombak sapu kiri akan memudahkan para kidal untuk menstabilkan posisi mereka di atas papan selancar dan gulungan ombak. Karakter ombak seperti ini agak jarang ditemui di wilayah Bali. Jadi benar-benar unik dan menantang untuk ditaklukkan.

O,iya, selain ombaknya yang unik, Pantai Suluban juga punya karakter unik lainnya. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kalau Pantai Suluban merupakan pantai dengan karang yang cukup banyak. Jadi tidak bisa sembarangan orang untuk surfing di Pantai Suluban. Biasanya hanya para profesional yang berselancar di pantai ini.

Waktu yang tepat untuk berselancar di Pantai Suluban biasanya ada di pertengahan tahun, antara bulan Juli hingga September. Pasalnya, di bulan-bulan tersebut wilayah selatan Bali punya ombak yang cukup baik untuk berselancar.

Di area Pantai Suluban juga tersedia banyak toko yang menyewakan papan surfing. Biasanya dibanderol seharga Rp50.000 sampai Rp200.000. Buat wisatawan mancanegara biasanya harganya lebih mahal. Selain itu, toko-toko tersebut juga menyediakan jasa fotografer yang siap menjepret aksi kita saat menaklukkan ombak di Pantai Sulban.

Lalu, bagaimana buat yang tidak bisa berselancar? Tenang, ada beberapa cara lain untuk menikmati Pantai Suluban. Salah satu caranya, saat air pantai sedang surut, kita bisa berendam di lagoon atau lubang karang, layaknya berendam di sebuah jacuzzi mewah. Lengkap dengan pemandangan birunya laut lepas Pantai Suluban.

Selain itu, di atas tebing karang, terdapat banyak restoran. Tempat ini cocok banget untuk menikmati indahnya sunset di Pantai Suluban. Selain itu di sepanjang jalan menuju Pantai Suluban juga terdapat toko yang menjual berbagai kerajinan tangan khas bali. Seperti tas rajun dari bambu, hingga gelang-gelang warna-warni. Lumayan untuk oleh-oleh.