Asyiknya Jelajah Sungai Santirah

Satu lagi objek menarik yang bisa kita sambangi di Pangandaran. Siapkan nyali yang tinggi dan fisik yang prima.

Namanya Santirah. Ia konon adalah seorang kembang desa yang jadi rebutan para jawara di banyak desa di Pangandaran, Jawa Barat. Santirah pun merasa amat tertekan dengan usaha para jawara yang rela saling bunuh demi mendapatkan dirinya. Santirah akhirnya tak tahan dan menceburkan diri ke sungai.

Sejak itulah,menurut cerita yang beredar di masyarakat sekitar desa, nama Sungai Santirah berasal. Beruntung, kisah kelam itu saat ini telah berubah menjadi keceriaan. Sejak dikembangkan menjadi objek wisata di tahun 2014 lalu, Santirah telah menjadi tempat melepas penat dan mencari kebahagiaan para wisatawan.

Sungai Santirah sendiri terletak di Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Wajib hukumnya untuk mampir ke sungai ini saat kita berlibur ke Pangandaran.

Jangan hanya berdecak kagum dengan indahnya pemandangan di sekitar sungai. Coba pacu adrenalin dengan menyusuri Sungai Satirah. Jangan khawatir, warga sekitar telah membentuk kelompok pemandu wisata yang akan menjaga kita saat menyusuri sungai.

Pemandu akan menyediakan ban dan rompi anti air untuk tiap peserta river tubing, sebutan beken dari aktivitas menyusuri sungai ini. Kita akan diajak berkelana di sepanjang sungai sepanjang 1,5 km. Untuk melahap seluruh aliran sungai ini, biasanya dibutuhkan waktu 1-2 jam.

Siapkan mental dan fisik yang prima. Sebab, jalur sungai yang dilalui cukup terjal dan berbatu. Apalagi jika kita datang di musim penghujan, riam sungai lebih kencang dari biasanya. Kanan-kiri sungai didominasi oleh tebing-tebing yang tertutup lumut hijau. Suasana ini sekilas memang membuat kita merinding.

Selain pemandangan tebing yang gagah, kita juga akan dibawa masuk ke dalam gua. Tak cuma satu atau dua gua, melainkan empat gua sunyi akan menanti kita, antara lain Gua Gendang, Gua Panjang Santirah, Gua Lengkob Gua Uling.

Yang membuat jantung makin berdegup kencang adalah larangan menyalakan lampu apapun saat memasuki gua. Satu-satunya sumber cahaya yang boleh menyala hanya lampu kilat dari kamera.

Selepas keluar dari gua, kita akan disajikan pemandangan sawah dan kebun milik warga sekitar.

Cukup? Belum! Pemandu akan membawa kita ke air terjun yang ada di sekitaran sungai. Lagi-lagi, tidak cuma satu atau dua air terjun, tapi lima. Kita akan diberi waktu untuk bersantai sejenak di tiap air terjun.

Sungguh, menyusuri Sungai Santirah menjadi pengalaman menegangkan yang tak terlupakan.