Menyelami Ramahnya Masyarakat Bajo di Kabalutan

Menyelam, snorkeling, atau sekadar berleha-leha di pinggir pantai cantik adalah aktivitas favorit wisatawan saat menyambangi Kepulauan Togean. Adakah hal lain yang menjadi daya tarik Togean?

Kepulauan Togean yang berada di Sulawesi Tengah terkenal akan panorama baharinya yang memukau. Mulai dari cantiknya biota laut, jernihnya air, hingga putihnya pasir pantai berhasil membuat siapa saja jatuh hati pada gugus kepulauan ini.

Nyatanya, daya tarik Togean tidak cuma dari panorama alamnya, tapi juga masyarakatnya. Kepulauan Togean telah menjadi tempat tinggal masyarakat Suku Bajo sejak ratusan tahun lalu.

Salah satu pulau yang menjadi pusat kehidupan masyarakat Bajo ada di Pulau Kabalutan. Pulau ini menjadi pulau dengan jumlah penduduk terpadat di gugus Kepulauan Togean. Masyarakat Togean juga kerap menyebut Pulau Kabalutan dengan sebutan Pulau Janda.

Sesuai namanya, banyak wanita penghuni pulau ini yang menjanda atau hidup hanya dengan anak dan tanpa kepala keluarga. Penyebabnya beragam, mulai angka kematian pria yang tinggi hingga pria yang pergi merantau ke pulau lain.

Apa yang bisa kita lakukan di Kabalutan? Paling utama adalah berwisata budaya dengan menyelami kehidupan masyarakat Bajo. Suku ini memiliki kebiasaan hidup yang cukup unik. Mereka tinggal di rumah-rumah yang berdiri di atas laut. Bahkan, ada juga yang hidup di atas perahu kayu.

Mata pencaharian warga Kabalutan, terutama para pria, rata-rata menjadi nelayan. Tapi, bukan sembarang nelayan. Mereka memiliki keahlian khusus yang sudah kesohor hingga mancanegara. Masyarakat Suku Bajo dikenal mampu menyelam hingga belasan meter di bawah laut tanpa menggunakan alat bantu selam.

Mereka bisa menahan napas hingga beberapa menit tanpa mengalami gangguan. Para nelayan jagoan ini mendapatkan kemampuan itu turun temurun dari para leluhur mereka. Sungguh mendebarkan melihat para free divers tradisional ini melakukan aksinya.

Masyarakat Bajo ini biasanya menyelam untuk mendapatkan ikan sebagai bahan makanan. Mereka membekali diri dengan satu unit speargun tradisional yang digunakan untuk menembak ikan buruan.

Jika kita memiliki nyali yang cukup tinggi dan mampu berenang, boleh meminta kepada warga sekitar untuk mengajari cara menembak ikan yang baik dan benar ala Suku Bajo.

Pulau Kabalutan berada persis di sebelah timur pulau Togean. Yang perlu kita perhatikan saat ke Kabalutan adalah sumber listrik yang amat terbatas. Hingga kini, sebagian besar wilayah Kabalutan hanya dialiri listrik setelah jam 18.00 WITA. Jadi, sebelum menyambangi Kabalutan, siapkan seluruh baterai smartphone dan kamera kita.


Foto: Josua Marunduh