Fenomena Tanpa Bayangan di Titik Nol Derajat Taman Wisata Equator

Fenomena alam ini terjadi dalam dua tahun sekali. Di awal tahun, pada 21-23 Maret. Lalu pada tanggal 21-23 September. Lokasinya berada di Taman Wisata Equator di Kota Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat.

Indonesia memiliki beragam keistimewaan. Salah satunya adalah dengan menjadi negara yang dilewati garis khatulistiwa dan terjadi di dua kota. Sobat Pesona pasti lebih akrab dengan Pontianak sebagai daerah khatulistiwa. Namun, ternyata titik nol derajat bumi juga melintasi Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Pasaman, Kota Bonjol.

Terdengar dari namanya, Kota Bonjol merupakan tempat kelahiran salah satu pahlawan nasional yang tak lain adalah Tuanku Imam Bonjol. Daerah ini cukup terkenal karena dilintasi garis khatulistiwa atau equator.

Taman Wisata Equator berada di tepi jalan raya Bukittinggi, Lubuk Sikaping. Daerah ini masuk ke dalam wilayah Sumatera Lintas Tengah. Titik nol di Kota Bonjol ditandai dengan bangunan bernama Taman Wisata Equator. Di depannya terdapat tulisan, "Anda melintasi khatulistiwa".

Tugu Equator di Kota Bonjol membentuk sebuah bangunan bulat seperti kubah berwarna biru muda, mirip globe. Di bagian pintu masuk, Sobat Pesona akan menemukan bola dunia kecil yang disanggah dengan tiang. Bola dunia ini dikelilingi tulisan "Equator". Di sekitar Taman Wisata Equator, terdapat rumah khas Minangkabau yang menjadi ciri khas masyarakat adat di sana.

Fenomena alam ini terjadi dalam dua tahun sekali. Di awal tahun, peristiwa ini terjadi pada 21 hingga 23 Maret. Sementara jika Sobat Pesona berencana datang ke Kota Bonjol pada September nanti, datanglah ke Taman Wisata Equator pada 21 hingga 23 September.

Untuk menyambut fenomena ini, pemerintah lokal biasanya akan menyelenggarakan festival yang berlangsung selama beberapa hari. Biasanya akan diadakan penampilan seni dan budaya selama festival berlangsung.

Usai menikmati fenomena nol derajat, Sobat Pesona bisa langsung melanjutkan wisata ke Museum Tuanku Imam Bonjol  yang lokasinya berdekatan dengan Taman Wisata Equator. Monumen Imam Bonjol dibangun untuk menghormati perjuangan Tuanku Imam Bonjol dalam mengalahkan penjajah dan dalam penyebaran agama Islam. Sobat Pesona bisa menemukan museum ini dengan mudah karena ada patung kuda yang ditunggangi Tuanku  Imam Bonjol, salah satu “pose” yang menjadi ciri khasnya.

Di dalam museum ini menyimpan barang-barang peninggalan Tuanku Imam Bonjol, mulai dari sejarah perjuangan, etnografi dan foto. Di museum ini juga menyimpan barang-barang pribadi Tuanku Imam Bonjol, termasuk senjata perang, lukisan dan silsilah keluarga.


Foto: Fatris