7 Bandara Termegah di Indonesia

Ini dia, 7 gerbang menuju berbagai kawasan Indonesia. Tak hanya dilengkapi bangunan megah dan modern, tapi juga fasilitas canggih. Ada yang baru setahun beroperasi, ada yang berdiri sejak 1930.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, fasilitas transportasi udara merupakan kebutuhan vital bagi Indonesia. Sejak pertengahan 2000, berbagai bandara di Indonesia mengalami revitalisasi dan pembangunan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan.

Dalam 4 tahun terakhir ini saja, ada 10 bandar udara baru di Miangas, Letung, Tebeliang, Maratua, Morowali, Namniwel, Weru dan Koroway Batu. Sementara 408 bandara di daerah rawan bencana, terisolasi dan wilayah perbatasan mengalami revitalisasi dan pengembangan. Di antara ratusan bandara di Indonesia ini, Sobat Pesona mesti menjajal 7 bandara termegah di Indonesia ini.  Tak hanya dilengkapi bangunan megah dan modern, tapi juga fasilitas canggih. Ada yang baru baru setahun beroperasi, ada yang berdiri sejak 1930.


Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang
Bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, seluas 18 km persegi dengan 180 gerai check in dan 45 gerbang keberangkatan untuk melayani lebih dari 50 juta penumpang per tahun. Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mulai beroperasi sejak 1985, menggantikan Bandara Kemayoran. Bandara ini dirancang oleh arsitek Prancis, Paul Andreu yang juga merancang Bandara Charles de Gaulle di Paris, Prancis. Salah satu karakteristik khasnya, gaya arsitektur modern namun tetap menjaga karakter Indnesia dan kebun tropis di antara lounge tempat tunggu. Selain untuk penerbangan, Bandara Soetta memiliki fasilitas transportasi terpadu dari akses langsung dengan jalan tol, aplikasi smart parking serta kereta antar terminal dan dari/ke Jakarta.


Bandara Internasional Kertajati, Majalengka
Bandara dengan kompleks terbesar kedua di Indonesia, dioperasikan sejak 2018. Bandar Kertajati saat ini berfungsi sebagai penyangga untuk membantu lalu lintas udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mampu melayani hingga 29 juta penumpang setiap tahun. Bandar udara ini juga akan mengoperasikan terminal kargo dengan perkiraan resmi pada 1,5 juta ton kargo pada tahun 2020.


Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar
Nama aslinya Lapangan Terbang Kadieng ini merupakan gerbang terbesar menuju Indonesia bagian timur. Bandara di Ibu Kota Sulawesi Selatan ini memiliki bangunan yang mewah dengan kapasitas sampai 7 juta penumpang per tahun. Desainnya unik, mengadopsi desain kapal pinisi, kapal tradisional Sulawaesi Selatan. Bahkan di tengah area bandara dihadirkan miniatur kapal legendaris tersebut. Sekadar transit, menanti keberangkatan bahkan delay sekalipun tak akan membosankan di bandara Sultan Hassanudin.


Bandara Internasional Juanda, Surabaya
Bandara megah di Sidoarjo, 20 km dari Surabaya, Jawa Timur ini tak hanya menawarkan kemewahan, tapi juga reputasi layanan yang luar biasa. Bandara tersibuk kedua di Indonesia ini mampu menampung 13 sampai 16 juta penumpang per tahun, pernah dinobatkan sebagai bandara paling tepat waktu di dunia. Konsepnya Airport City, dengan fasilitas terintegrasi untuk belanja, restoran, cafe, hingga kereta monorel dan akses langsung ke jalan tol.


Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar
Bandara tersibuk ketiga di Indonesia, berada di pinggiran pantai selatan Bali. Bandara Ngurah Rai dibangun pada 1930 oleh Belanda, kini memiliki bangunan dengan desain modern, megah dan fasilitas mewah dengan 22 gerbang keberangkatan domestik dan internasional. Meski sangat modern, warna lokal Bali bisa kita temui di setiap sudut dan bagian bangunan. Dari gerbang pura yang menyambut penumpang begitu keluar pesawat dan memasuki area bangunan bandara, hingga ukiran dan musik bali.


Bandara Internasional Kualanamu, Medan
Terletak di area bekas perkebunan di Kabupaten Deli Serdang, sekitar 22 km dari kota Medan. Beroperasi sejak 2013, Kualanamu menjadi pangkalan transit internasional di Sumatera dan merupakan bandara terbesar ketiga di Indonesia.  Kualanamu mampu menampung 25 juta penumpang per tahun, dan merupakan bandara keempat di Indonesia yang bisa didarati Airbus A380 selain Jakarta, Surabaya, Jakarta dan Batam.


Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan
Lebih dikenal sebagai Bandara Sepinggan, bandara dengan fasilitas mewah pertama di Indonesia. Saat terminal barunya beroperasi pada 2014, kemewahan bangunan dan fasilitasnya bahkan melebihi bandara Soetta waktu itu. Bandara terbesar dan tersibuk di pulau Kalimantan ini memiliki sistem keamanan canggih, bangunan modern dihiasi ukiran Dayak dan beroperasi dengan sistem ramah lingkungan. Bandara Sepinggan dilengkapi sumber pengolahan daur ulang air, pengaturan pendingin udara hemat energi, dinding kaca transparan untuk meminimalkan penggunaan lampu.