Ciri Khas Unik dari Suku Dayak Sa'ban

Penampilan suku Dayak Sa'ban sangat mudah kita kenali. Hal yang paling mencolok dan seragam ialah gaya rambutnya laki-laki dari Dayak Sa'ban. Lelaki dari suku Dayak Sa'ban juga menggunakan anting yang terbuat dari bahan kuningan yang lumayan berat.

Dayak Saban atau disebut juga Sa’Ban merupakan salah satu sub suku Dayak yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Suku ini banyak dikenal di daerah Sarawak, Malaysia, padahal asal muasal sub suku ini ada di daerah Hulu Sungai Bahau di Indonesia. Menurut sejarahnya, terbagi dua kelompok, yang pertama pergi ke Bario, Kelabit, kelompok ini juga dikenal sebagai Orang Ulu di Malaysia.

Kelompok kedua dengan jumlah yang lebih besar, pergi menuju ke Long Banga, Serawak Malaysia, dan ke Malinau, Kalimantan Utara. Namun, di Indonesia sendiri masih sedikit sekali catatan sejarah lokal tentang keberadaan etnis ini. Baru sekitar 5 tahun terakhir ini etnis Dayak Sa’ban menunjukan keberadaanya di Malinau dengan ikut terlibat acara Irau.

Persebaran Dayak Sa’ban di Indonesia terpencar di berbagai desa di pedalaman, seperti di wilayah Pujungan, Malinau Selatan, termasuk desa di Kecamatan Malinau Utara dan Malinau Barat. Memang belum ada sensus yang menujukan jumlah populasi Dayak Sa’ban di Malinau. Sedangkan di daerah Sarawak Dayak Sa’ban juga termasuk sub suku Dayak Sa’ban tercatat kurang lebih 1.000 jiwa.

Penampilan suku Dayak Sa`ban sangat mudah kita kenali. Hal yang paling mencolok dan seragam ialah gaya rambutnya laki-laki dari Dayak Sa`ban. Pada umumnya mereka menggunakan gaya rambut berponi depan, rambut samping dicukur tipis, namun tetap menyisakan rambut panjang pada bagian belakangnya.

Sebagai aksesoris, lelaki dari suku Dayak Sa`ban juga menggunakan anting yang terbuat dari bahan kuningan yang lumayan berat. Maka tidak heran kalau banyak lelaki Sa`ban memiliki telinga yang berlubang besar. Aksesoris lainnya berupa kalung yang terbuat dari taring babi, dan kalung penandan bernama Ani Ka`bo.

Sedangkan bagi kaum perempuan menggunakan baju dan rok yang terbuat dari kulit kayu, bernama Talun. Aksesoris lain yang sering dipakai oleh perempuan dari suku Dayak Sa`ban, ialah kalung Ani Ka`bo dan gelang berwarna putih. Lalu, pada bagian betis perempuan yang sudah menikah terdapat sebuah tato dengan motif yang beragam.

Satu hal lagi yang menandakan ciri khas suku Dayak Sa`ban, yaitu ritual memperebutkan kekuasaan dengan melakukan gulat. Tradisi ini sering disebut sebagai Pasa Hwal.


FOTO: ED SUHARDY