Berkunjung ke Suaka Badak Sumatera di Taman Nasional Way Kambas

Ternyata Taman Nasional Way Kambas di Lampung tidak hanya menjadi rumah untuk gajah Sumatera, tetapi juga rumah untuk badak Sumatera.

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) memiliki luas sekitar 130.000 hektar. Selain terkenal sebagai Pusat Latihan Gajah (PLG) atau Pusat Konservasi Gajah (PKG), di tempat ini juga terdapat International Rhino Foundation yang bertugas menjaga keberlangsungan spesies Badak Sumatera. Badak Sumatera sendiri merupakan salah satu hewan dilindungi di Indonesia.

Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang berada dibawah naungan Pusat Pengembangbiakan Badak Sumatera mulai dibangun sejak tahun 1996 di dalam Taman Nasional Way Kambas dan merupakan suaka pertama yang dibangun di Indonesia.

Berkomitmen untuk melindungi Badak Sumatera dan membuatnya berkembangbiak, Suaka Rhino Sumateramembuat kawasan TNWK sealami mungkin sesuai habitat Badak Sumatera.

Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrenis) adalah salah satu spesies yang semakin berkurang populasinya di alam liar. Hewan ini memiliki ciri yang mudah dikenali dari culanya yang selalu berjumlah dua.

Selain itu, ukuran badannya relatif lebih kecil dibanding badak lainnya. Namun Badak Sumatera memiliki rambut lebih banyak di tubuhnya.

SRS benar-benar fokus untuk menjaga kehidupan Badak Sumatera, mulai dari makanan yang dikonsumsi oleh satwa. SRS menyediakan area gerak sekitar 10 hektar untuk Badak Sumatera di lahan hutan.

Soal keamanan, SRS juga menyediakan tim keamanan yang melakukan patroli berkala. Tujuannya, untuk menghindari perburuan liar Badak Sumatera.

Pengunjung Taman Nasional Way Kambas pun dibatasi untuk melihat dan berinteraksi dengan Badak Sumatera. Setiap harinya hanya diperbolehkan 10 hingga 15 pengunjung yang datang. Aktivitas para turis pun harus  tetap di bawah pengawasan penjaga.

Jika Sobat Pesona mengunjungi SRS, ada dua Badak Sumatera yang mencuri perhatian wisatawan. Mereka adalah si jantan Andatu dan si betina Delilah.

Andatu menjadi begitu tersohor lantaran ia merupakan Badak Sumatera jantan pertama yang lahir di penangkaran sejak 124 tahun terakhir di Asia. Kelahiran kakak beradik tersebut membawa kabar gembira bagi dunia lantaran masa depan spesies ini ada di tangan mereka.

Populasi satwa perlahan bertambah karena Badak Sumatera diprediksi hanya ada sekitar 100 individu di alam liar.

Ratu, induk Andatu dan Delilah, merupakan badak betina asli TNWK yang keluar dari hutan dan berhasil ditangkap di Desa Labuhan Ratu yang berjarak 2 km dari TNWK. Ia sudah berada di SRS sejak 2005. Sedangkan Andalas, ayah Andatu dan Delilah, adalah badak Sumatera yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat tahun 2001 dan dipulangkan ke Indonesia tahun 2007 dan menetap di TNWK.