Tips untuk Mendaki Gunung Cikuray di Garut

Gunung Cikuray adalah salah satu gunung yang berada di daerah Garut, Jawa Barat. Gunung ini mudah diakses karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari ibu kota Jakarta.

Walau tidak terlalu jauh dari kota metropolitan, untuk mencapai gunung ini akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika dibanding dengan mendaki gunung Gede-Pangrango, gunung Salak, gunung Halimun, bahkan ke gunung Ciremai.

Penyebab utamanya adalah ketiadaan angkutan umum yang bisa mengantar kita sampai di titik awal pendakian. Kita harus menyewa mobil atau menggunakan jasa ojek yang tentunya membuat biaya perjalanan makin tinggi dibanding kalau ada trayek angkutan umum. Berbeda dengan Gunung Gede yang terdapat trayek angkutan umum sampai di Cibodas, sebagai titik awal pendakian gunung Gede dan Pangrango.

Untuk mencapai kota Garut dari Jakarta, kita bisa menumpang bis dari terminal Kampung Rambutan atau Lebak Bulus dengan jurusan terminal Guntur, Garut. Untuk yang berangkat lebih dari jam 11 malam, sebaiknya menggunakan bis dari terminal Kampung Rambutan.

Dari terminal Guntur biasanya perjalanan dilanjutkan dengan angkot 06 menuju Cilawu, turun di Sukamulya atau Cigarungsang. Dari sini lalu dapat dilanjutkan dengan jasa ojek untuk menuju Stasiun pemancar.

Perhatikan juga tanggal-tanggal saat akhir pekan panjang, karena bisa jadi di Terminal Guntur sudah banyak berjejer mobil bak dan angkot dengan tujuan langsung ke pemancar. Hal ini terjadi apabila memang banyak sekali pendaki yang baru tiba di terminal Guntur dengan tujuan rata-rata gunung Cikuray dan Papandayan.

Perjalanan dari terminal Guntur ke stasiun pemancar memakan waktu kurang lebih 1 jam 10 menit. Stasiun pemancar ini adalah sebuah lokasi di tengah-tengah perkebunan teh yang berdiri menara-menara pemancar dari berbagai stasiun televisi. Di tengah perjalanan menuju pemancar, saat memasuki perkebunan teh, kita akan bertemu pos perkebunan, di situ kita diminta mengisi buku tamu dan membayar retribusi.

Dari stasiun pemancar, perjalanan dilanjutkan dengan trekking melewati pegunungan kebun teh. Setelah melewati satu punggungan, kita akan bertemu pos pendataan pendaki, atau sering disebut basecamp. Di sini kita wajib mengisi buku tamu lagi dan diwajibkan mengisi kotak sumbangan seikhlasnya. Menurut warga sekitar, sumbangan ini dimaksudkan untuk biaya kebersihan oleh warga setempat.

Rata-rata jalur pendakian ke puncak medannya sangat curam. Bahkan saking terjalnya jalur, untuk mencari tempat istirahat saja sangat susah. Butuh waktu dan kecerdikan untuk memanfaatkan lahan yang terbatas.

Di puncak gunung, pemandangan sungguh sangat menakjubkan. Setelah berjibaku dengan jalur yang terjal dan sangat melelahkan, apalagi sepanjang jalan pandangan tertutup rimbunnya hutan, Cikuray menyajikan pemandangan yang tiada duanya. Layaknya orang yang ditutup kedua matanya sekian lama dan tiba-tiba setelah dibuka di hadapannya telah terpampang lukisan yang sangat indah. Hati akan berdecak kagum.