Menjejakkan Langkah Wisata ke Tanjung Balai Karimun

Wisata Tanjung Balai Karimun bisa menjadi opsi liburan bagi kita yang sedang mencari dan ingin mencoba destinasi baru. Masih banyak wisatawan domestik yang belum tahu tentang Tanjung Balai Karimun.

Kepopulerannya memang belum setara dengan wisata di Raja Ampat Papua, Pulau Dewata Bali, dan berbagai wisata lainnya di Indonesia. Namun, keindahan wisatanya jangan dipandang sebelah mata.

Kepulauan Riau merupakan sebuah provinsi yang memiliki objek wisata dengan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal dan mancanegara. Dengan jumlah 2.408 pulau yang tersebar di wilayah ini, sudah tentu beriringan dengan jumlah pantai yang tersebar dimana-mana, mulai dari Natuna, Anambas, dan lain sebagainya.

Kabupaten Tanjung Balai Karimun sendiri merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Kepulauan Riau.

Letak Kabupaten Karimun ini sangat dekat dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Kota Tanjung Balai Karimun adalah ibukota Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Letaknya sangat strategis bagi para wisatawan mancanegara, karena berada di jalur pelayaran internasional di sebelah barat Singapura. Luas wilayah Kabupaten Karimun adalah 7.984 km peregi dan terdiri dari ratusan pulau-pulau.

Sebagian dari ratusan pulau yang ada di Kabupaten Karimun menjadi bagian destinasi wisata yang eksotik dan indah. Sebagai kota yang yang berada di kepulauan, sudah pasti wisata pantai menjadi daya tarik utama bagi para traveler.

Pulau Karimun menawarkan keindahan pantai berpasir putih yang membentang luas, snorkeling, wisata kuliner hidangan laut segar, dan resort tepi pantai yang nyaman. Dua pulaunya yang populer sebagai tempat wisata adalah Pulau Terkulai dan Pulau Soreh.

Pantai yang biasa menjadi incaran para petualang antara lain Pantai Pongkar dan Pantai Palawan. Tempat lain, Pulau Telunas, kini berkembang menjadi destinasi wisata favorit bagi para turis Singapura.

Mayoritas penduduk Tanjung Balai adalah Peranakan Tionghoa, maka tidak heran kalau terdapat sejumlah kuil. Salah satu yang tertua adalah Vihara Cetiya Vidya yang dibangun pada Tahun 1926. Ada juga vihara-vihara lainnya di jalan yang sama yaitu Vihara Bodhi Maitreya, Vihara Sasana Diepa, dan kuil tua di Jalan Athena bernama Klenteng Tua Pek Kong.

Kabupaten Karimun memiliki kekayaan alam mineral Bauksit, Timah, Granit, dan Pasir Laut. Didukung oleh sarana pelabuhan laut, bandara udara, jalan raya, air bersih, listrik, dan sistem telekomunikasi menjadikan pulau ini ramai dikunjungi wisatawan. Setidaknya ada 19 etnis tersebar di Kepulauan Karimun, mereka antara lain suku Melayu, Jawa, Tionghoa, Flores, Batak, Minang dan Bugis, yang hidup berdampingan dan harmonis.