Pesona Jalur Lantan di Samalas

Sahabat Pesona harus mencoba rute dengan melewati Jalur Lantan yang menawarkan pengalaman baru sambil menikmati keindahan alam yang belum diketahui banyak wisatawan

Pesona Jalur Lantan menuju bibir selatan kaldera Gunung Rinjani tidak terlalu sulit dilalui mereka yang menyukai kegiatan di alam terbuka. Mendatangi Gunung Samalas, kini bernama Gunung Rinjani  di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang pernah meletus hebat pada1257 dengan skala 7,1 VEI, menjadi tujuan banyak pendaki gunung dari seluruh dunia. Letusannya tercatat di dalam Babad Lombok,  di antaranya, “Tujuh hari lamanya, gempa dahsyat meruyak bumi, terdampar di Leneng (lenek), diseret oleh batu gunung yang hanyut, manusia berlari semua, sebahagian lagi naik ke bukit.”

Dampak letusan Gunung Samalas pada 1257 itu melampaui imajinasi penulis babad yang ditulis dalam daun lontar. Letusan Samalas berdampak global dan diduga memicu kelaparan dan kematian massal di Eropa setahun setelah letusan. “Ditemukannya ribuan kerangka manusia di London pada 1258 kemungkinan berkaitan erat dengan dampak global dari letusan Gunung Samalas pada 1257,” seperti ditulis dalam jurnal PNAS edisi akhir September 2013.


Letusan maha dahsyat yang terjadi di abad ke-13 itulah yang menjadi daya tarik wisatawan dan pendaki gunung. Mereka ingin melihatnya secara langsung betapa gunung berkaldera luas berisikan Danau Segara Anak dan Gunung Barujari berwarna hitam kelam yang pernah menjadi sejarah kelam dunia.

Salah satu jalur pendakian untuk mencapai bibir kaldera tempat yang bisa menyaksikan “wajah” puncak Gunung Rinjani yang demikian kokoh bagai tonggak agung yang bisa berubah warna dari waktu ke waktu sesuai pencahayaan matahari. Dari lokasi Pelawangan Umar Maya, selama tidak tertutup kabut tebal, tampak jelas seluruh kawasan “mangkuk besar” bagian atas dan isi kaldera Gunung Rinjani.

Sahabat Pesona patut mencoba menempuh Jalur Lantan. Jalur ini diawali dari pondok Rumah Amak. Untuk mencapai Rumah Amak, Sahabat Pesona harus melewati jalan raya Lintas Lombok lalu ambil  jalan ke utara di pertigaan Kecamatan Batu Keliang Utara. Dilanjutkan dengan mengikuti jalan rintisan arah ke Taman Wisata Alam Air Terjun Benang Setokol dan Kelambu. Jalan sejauh 16 Km ini hanya bisa dilalui kendaraan sepeda motor.

Rute ini akan menuju ke satu-satunya jalur "punggungan" yang dimiliki Lombok Tengah yang umumnya digunakan oleh pemburu binatang atau pemancing ikan, juga biasa digunakan sebagai lintasan dalam berbagai kegiatan upacara tradisi adat penduduk setempat. Dengan jalan setapak yang menembus hutan dan bentangan sabana sepanjang 20 Km, diperlukan setidaknya dua hari untuk mencapai lokasi Pelawangan Umar Maya. Aman dan tidak berdesakan dengan pendaki gunung atau wisatawan. Jalur Lantan juga tidak pernah tutup sehingga Sahabat Pesona bisa melewatinya kapan saja.

Ada beberapa titik lokasi yang harus dicoba jika Sahabat Pesona ingin berkemah. Berkemah di malam pertama bisa dilakukan di sekitar kawasan air terjun Segenter. Lokasi ini akan mengantarkan Sahabat Pesona ke Pintu Hutan, lalu memasuki kawasan sabana nan luas dan panjang melintasi jalan setapak sempit yang disebut Pongkoran Kuda.

Sahabat Pesona juga bisa mendirikan tenda saat berada di titik 300 meter di bawah bibir kaldera sebelah selatan Rinjani. Air bersih bisa di peroleh dari sumber yang menetes deras sepanjang tahun di dinding jurang Si Bolo-bolo. Rasakan juga sensasi berkemah di sekitar sabana yang ditumbuhi jutaan pohon Edelweiss, serasa hidup di atas awan dengan beratapkan langit biru atau jutaan bintang di malam hari.