Kampung Wisata Jodipan, Bantaran Sungai Penuh Warna

Area yang dulu dikenal kumuh, bersolek jadi kampung yang penuh warna. Jadi destinasi favorit pelancong, sekadar mewarnai Instagram hingga menikmati atmosfer kota Malang yang berbeda.

Kota Malang dikenal sebagai kota wisatanya Jawa Timur. Tidak hanya wisata alamnya, tapi juga wisata edukasi dan kuliner. Sekarang, wisata kota Malang semakin mengalami perubahan, tanpa meninggalkan nuansa sebagai kota bunga dan bersejarah, atau kota yang dipenuhi penuh bangunan tua. Kaum yang sering dianggap pinggiran pun ikut berbenah.


Wisata Pinggir Kali Brantas
Sejak dua tahun lalu, kampung-kampung di bantaran sungai Brantas, meninggalkan kekumuhannya dan menjadi destinasi wisata favorit pelancong. Namanya, Kampung Wisata Jodipan, biasa disingkat KWJ. Merupakan kampung wisata tematik pertama di Malang.

Kampung Wisata Jodipan (KWJ) sangat mudah ditemukan. Berjarak 300 meter ke arah Selatan Stasiun Kota Baru. Kalau dari Alun-Alun Malang, hanya berjarak satu kilometer. Traveler asing, lebih suka berjalan kaki di siang hari, usai santap siang di Rumah Makan Inggil, di Jalan Gajah Mada.  

Dulunya, KWJ merupakan gagasan dari delapan mahasiswa jurusan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang. Mereka menggandeng program corporate social responsibility perusahaan cat untuk mewarnai seluruh rumah. Dinding rumah warga, dicat dengan aneka warna yang tidak monoton. Misinya, menyulap kawasan kumuh menjadi penuh warna.

Tepat 4 September 2016, KWJ diresmikan Wali Kota Malang, HM. Anton. KWJ menjadi spot foto yang tidak kalah untuk menambah koleksi foto di Instagram. Jika ingin mendapatkan view keseluruhan KWJ, bisa berfoto di atas jembatan Jalan Gatot Subroto. Gunakan tongsis atau angle foto dari atas, foto dijamin lebih ciamik.

Pemandangannya jadi makin menarik. Foto dari atas jembatan, sering dijadikan para pengunjung untuk mendapatkan spot selfie terbaik. Tapi, harus bersabar kalau berkunjung ke sana hari Minggu atau hari libur. Harus mengantri. Kalau beruntung, kereta api yang melintas di atas KWJ, ikut terpotret. Tapi lebih asyik, kalau mau turun ke dalamnya.

Masuk ke dalam KWJ, pelancong hanya membayar Rp 3.000. Sangat murah untuk mendapatkan spot-spot foto yang ciamik. Anda bebas mau foto di mana saja. Bisa mencari gambar yang keren sesuka hati. Jangan kuatir, warganya juga ramah-ramah dan siap membantu mencarikan spot foto di lorong-lorong gang.

Sebagian lainnya, memilih berdagang makanan kecil atau minuman. Ada pula yang memilih berdagang kaos, sandal, tongsis dan banyak kebutuhan traveler. Harga makanan dan minuman juga masih wajar. Nah, kalau yang ingin buang air kecil, jangan khawatir. KWJ menyiapkan toilet yang bersih. Termasuk musholla untuk ibadah.

Saat ini, KWJ sudah dilengkapi jembatan kaca yang melintasi sungai Brantas. Jembatan kaca berwarna kuning, mampu untuk menahan beban 250 kilogram orang yang melewatinya. Jembatan kaca ini, memang dibangun untuk menghubungkan dengan Kampung Wisata Tridi, atau tiga dimensi yang memiliki kemiripan Museum 3 Dimensi di Bali.