Berpetualang ke Rawa Rammang-rammang

Menyusuri salah satu kawasan karts terbesar di dunia, di sepanjang sungai Pute, yang diapit tebing batu kapur dan rimbunnya pohon Nipah.

Yuk berpetualang ke kawasan pegunungan karst di Desa Salenrang, Sulawesi Selatan. Sangat mudah dicapai, jaraknya hanya sekitar 40 km dari kota Makassar. Salah satu kawasan karst terbesar di dunia ini menyuguhkan megahnya batuan dan bukit-bukit kapur. Sensasi berperahu di sepanjang sungai Pute di kawasan karst Rammang-Rammang ini, tak ada duanya.

Petualangan dimulai dari dermaga sungai Pute. Sungai kecil ini menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat sekitar. Mereka menyewakan perahu dan menjual pemandangan alam nan elok di sepanjang sungai Pute. Disamping sebagai petani, warga menjual potensi wisata disana. Mereka menyediakan perahu untuk para pelancong yang ingin menyusuri Sungai Pute dari dermaga 1 Salenrang sampai dermaga 3 di Berua.

Perjalanan bisa dimulai dari dermaga 1 yang ada di bawah jembatan Pute atau dermaga ke2 yang ada di titik tengah. Rute sederhana keduanya akan menuju dermaga 3 dan kembali ke semula. Khusus dari dermaga 2 tentu sebelum selesai akan mampir ke dermaga 1 dahulu sebelum berlabuh.


Taman Batu Alam
Para pelancong bisa menjelajahi Rammang-Rammang dengan menyewa kapal yang bisa memuat 6-7 orang dengan tarif Rp 250.000, untuk perjalanan pulang pergi. Tersedia pula ukuran kapal yang lebih besar dengan harga lebih mahal lagi. Pemilik kapal bisa kita minta untuk misalnya, sejenak berhenti di tengah perjalanan jika kita melihat pemandangan elok untuk memotret atau berselfie ria.

Di tengah perjalanan dari dermaga 1 ada taman batu terhampar dan kita harus menyandarkan kapal di sana untuk turun. Taman itu letaknya di sisi kiri sungai dan hamparan batu itu tampaknya ada di tengah persawahan warga namun sepertinya sawah itu sudah tidak ditanami lagi.

Sungai Pute lebarnya kira-kira 4 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. Sepanjang perjalanan di kanan-kiri sungai berjajar pohon nipah, sejenis tanamam palem. Mereka tumbuh di daerah berlumpur. Daunnya hijau panjang menjulang berjajar sepanjang perjalanan hingga tampaknya memagari sungai.

Beberapa titik perjalanan terjadi penyempitan. Salah satunya saat memasuki dermaga 3 di Berau. Batuan karst membentuk suatu lorong seperti kita akan menyusuri gua yang sempit. Perahu harus berjalan perlahan dan berhati-hati demi menghindari tumbukan.

Ada 2 gua yang kita lalui selama perjalanan menyusuri sungai Pute dan semuanya menyajikan pemandangan indah menakjubkan. Apabila kita tidak sempat memotret saat laju pertama, maka masih ada kesempatan kedua saat kembali, karena perjalanan pulang melalui jalan yang sama dan jangan lupa minta kepada juru mudinya untuk sejenak berhenti atau melambatkan laju perahunya.