Ayam Taliwang Irama, Langganan Presiden dan Menteri

Kuliner legendaris di sebelah Bioskop Irama, Mataram. Olahan ayam kampung, sambal dan tempat yang nyaman, memikat warga Lombok, wisatawan dan orang-orang terpenting di Indonesia.

Pedas dan gurih olahan Ayam asal Taliwang, Lombok ini memang sangat terkenal. Di Mataram, racikan Ayam Taliwang Irama menjadi favorit tak hanya lidah warga asli, tapi juga tamu-tamu penting pulau Lombok. Dari wisatawan, hingga menteri dan keluarga presiden.

Berdiri sejak tahun 1973, Sofyan maulani (34) kini menjadi generasi ketiga yang meneruskan usaha turun temurun itu. "Taliwang itu nama kampung asal Kakek saya. Kampung ini sudah sejak lama dikenal dengan olahan ayamnya. Saat ini, mungkin nyaris 80% kesibukan warga kampung Taliwang adalah menjual olahan ayam bakar. Mereka menjajakan Ayam Taliwang mulai dari kaki lima, ruko sampai restoran,” beber Sofyan.


Sebelah Bioskop Irama
Demi menjaring pelanggan, beragam penjual memberi sentuhan tersendiri pada olahan dapurnya. Inilah yang kemudian memberi rasa unik pada sajian Ayam Taliwang di lokasi yang berbeda dan masing-masing memiliki pelanggan setia. Termasuk usaha yang dibuat oleh sang kakek.

"Awalnya, kakek berjualan Ayam Taliwang dekat bioskop ternama Lombok saat itu yang bernama Bioskop Irama. Nah, dari situlah nama usaha ini lahir. Sambil bersekolah, Ayah saya membantu Kakek hingga tahun 1983 setelah Ayah saya membuka usaha Ayam Taliwang sendiri," ingatnya.

Usaha yang dibuka sang Ayah sebenarnya demi mengakomodasi permintaan pelanggan yang ingin menikmati sajian Ayam Taliwang di lokasi yang lebih nyaman. Sehingga tidak perlu antri lama demi menikmati kuliner khas Lombok tersebut. Lahan seluas 10 are atau sekitar 100 m2 pun dibuat dengan nama Taliwang Irama 1.

Dalam perjalanannya, tempat itu pun tak lagi bisa menampung jumlah pelanggan yang terus membengkak. Hingga, "Kami membuka Taliwang Irama 2 tak jauh lokasinya dari Taliwang Irama 1," ujar pria lulusan tahun 2005 dari sebuah Universitas di kawasan Mataram, Lombok itu.

Sofyan bersyukur hingga saat ini masih banyak pelanggan setia dari berbagai kalangan yang selalu mendatangi rumah makannya. Termasuk pejabat lokal dan nasional, "Tokoh masyarakat, jejabat dan menteri juga pernah datang ke tempat kami. Diantaranya Ibu Megawati Soekarnoputri dan Pak Agus Harimurti Yudhoyono. Yang membedakan Taliwang Irama dengan yang lain karena kami tetap bertahan dalam menggunakan ayam kampung," akunya.

Geliat pariwisata Lombok diyakininya turut meningkatkan jumlah pengunjung sehingga mengakibatkan antrian di tempatnya. Agar tidak terlalu lama menunggu suguhan kuliner legendaris ini, Sofyan menyarankan agar pelanggan membuat pemesanan terlebih dahulu.

"Dalam sehari ada 5 - 6 grup dengan jumlah anggota grup paling sedikit 30 orang. Untuk memenuhi pesanan saat lebaran dan libur sekolah, kami pernah menghabiskan 1.500 ekor ayam kampung per hari. Sekarang untungnya ada peternakan ayam kampung, jadi tidak sulit lagi mendapatkan pasokan daging," tutupnya.