Pelabuhan Sabang, Raksasa Industri Bahari yang Ramah Wisatawan

Pelabuhan Sabang menyimpan potensi menjadi raksasa industri bahari, sekaligus sarana pendukung wisata bahari yang lengkap dan ramah bagi wisata kelas dunia.

Lokasi dermaga peti kemas di Sabang saat ini terdapat di dermaga CT-1 dan CT-3 yang dikelola Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Kapasitas dermaga CT-1 bisa menampung kapal seberat 30 ribu Dead Weight Ton (DWT), sementara CT-3 bisa menampung hingga 100 ribu DWT. Dermaga CT 3, berlokasi di Gampong Kuta Timur, Sukakarya, Sabang.

Dengan kedalaman dermaga pelabuhan yang mencapai 20 meter, Pelabuhan Sabang telah memiliki modal besar untuk menjadi raksasa industri bahari. Kapal dengan kapasitas hingga 5.000 Twenty-foot Equivalent Unit (TEUs) diyakini bisa bersandar di pelabuhan ini.

Pelabuhan Sabang memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan sebagai pelabuhan transhipment, tempat persinggahan kapal-kapal besar yang berlayar melewati perairan Indonesia.

Sayangnya, Pelabuhan Sabang bisa dibilang minim perawatan. Jika dilihat dari posisinya, pelabuhan ini berada di teluk yang terlindungi oleh satu pulau di depannya. Dalam keadaan cuaca apapun, pelabuhan bisa dikatakan tidak mengalami masalah dan kesulitan dalam mendukung kegiatan wisata.

Secara ekonomi, konsep pelabuhan transhipment bertindak sebagai perantara kapal-kapal nasional maupun internasional dari pelabuhan nasional ke pelabuhan internasional lainnya. Walaupun kapal-kapal yang berlabuh bukan untuk menurunkan barang bagi keperluan di Sabang saja, namun dengan ada peralihan kapal-kapal nasional dan internasional maka ada kegiatan perekonomian hidup di sini.

Bukan tidak mungkin suatu saat keberadaan pelabuhan akan menjadikan Sabang sebagai kawasan industri yang besar, bahkan meningkatkan nilai tambah dari bahan-bahan alam yang ada di Sabang.

Menilik peruntukkan Pelabuhan CT-3 sebagai pendukung wisata, sebenarnya sudah terbukti dari berbagai kegiatan pariwisata yang memang menjadikan pelabuhan ini sebagai salah satu destinasi. Salah satu langkah promosi wisata dilakukan lewat Festival Khanduri Laot yang menjadi bagian dari Sabang Marine Festival (SMF). Festival ini digelar oleh manajemen Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

Kepala Pelabuhan BPKS Sabang merencanakan menarik minat wisatawan kapal pesiar dan kapal layar (yacht) untuk terus berkunjung ke Kota Sabang.

Tahun ini Pelabuhan Sabang akan disambangi oleh lebih dari 10 kapal pesiar, mulai dari Kapal Pesiar Seabourn Sojourn, Seven Seas Mariner, Albatros, Europa, Azamara Quest, Seabourn Encore, Boudicca,  Marella Discovery, dan Seabourn Ovation. Jumlah kapal yang datang kemungkinan akan bertambah lebih dari 10 kapal karena pengajuan izin sandar tahun 2019 masih terus berjalan.