Bekantan, Si Hidung Besar ‘Warga’ Endemik Borneo

Setiap sore di sepanjang pinggiran sungai Taman Nasional Tanjung Puting adalah waktu yang tepat untuk bertemu sang Monyet Belanda yang berada di atas pepohonan yang sedang mencari tempat tidur.

Siapa yang tak kenal dengan hewan yang berhidung besar dan panjang yaitu Bekantan? Primata ini jadi ikon taman bermain ternama di Jakarta. Bekantan adalah hewan endemiknya pulau Borneo. Di Taman Nasional Tanjung Puting, Bekantan adalah salah satu hewan primata yang dilindungi kerena kehidupannya sudah mulai terancam punah.

Sistem kehidupan bekantan berbeda dengan orangutan, Bekantan hidup secara berkelompok yang mana dalam satu kelompok terdiri dari 10 sampai 27 ekor. Bekantan mempunyai 2 jenis kelompok yang mana ada dalam satu kelompok hanya pejantan saja layaknya geng dan kelompok lainnya hanya satu orang jantan dewasa saja sebagai pemimpin dari kelompok tersebut.


Hidung Besar Pemikat Betina
Ciri khas bekantan dapat dengan mudah kita kenali, yaitu hidungnya yang besar. Lucunya, bekantan yang mempunyai hidung besar hanyalah sang jantannya saja. Sang jantan mempunyai hidung besar untuk memikat hati sang betina. Bekantan termasuk hewan jenius. Bekantan dapat dengan mudahnya menyebrangi Sungai Sekonyer dengan berenang layaknya seperti anjing yang sedang berenang dan terlihat hanya bagian kepalanya saja.

Bekantan senang tidur di ranting yang berada di pinggiran sungai untuk menghindari binatang buas yang berada di dalam hutan seperti macan, beruang dan lain-lain. Mereka senang tidur di pinggiran sungai karena sangat senang dengan suhu yang agak dingin untuk tempat tidurnya, bahkan sesekali bekantan turun ke sungai untuk meminum airnya. Maka ketika musim hujan sangatlah susah untuk melihat kerumunan bekantan karena air hujan yang meluap masuk ke kedalam-dalam rawa-rawa atau hutan-hutan Sungai Sekonyer.

Makanan dari bekantan ialah dedaunan muda dan biji-bijian, dapat dikatakan mereka pada dasarnya adalah hewan herbivora. Selain mempunyai hidung yang besar, bekantan juga mempunyai perut yang besar yang disebabkan kebiasaan mengkonsumsi dedaunan yang menghasilkan banyak gas. Jika tertarik untuk berkenalan lebih dekat dengan sang Monyet Belanda yang ramah ini kita dapat berperahu menuju tempat tinggalnya dan ikut memberi makan langsung.

Tidak sampai satu jam perjalanan dari Camp 1 Tanjung Harapan, kita sudah bisa melihat sekumpulan Bekantan yang sedang bermain di dahan-dahan pohon di tepi sungai. Kita bahkan bisa melihat Bekantan dari jarak tidak lebih dari 5 meter, tanpa perlu turun dari kapal klotok. Seperti sudah akrab dengan para wisatawan, Bekantan-bekantan itu tidak takut lagi dengan kedatangan kita. Sambil asyik bermain-main di dahan, mereka tampak cuek saja.

 

Foto: Efan Ekananda/Balai Taman Nasional Tanjung Puting