Asal Usul Pasir Putih di Lembah Baliem

Lembah Baliem di Pegunungan Jayawijaya tak henti menghadirkan kejutan. Salah satunya adalah pasir putih di punggung pegunungan yang berada di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut. Unik bukan?

Berdiri di tempat ini, kita bisa melihat lanskap Lembah Baliem yang menghampar indah. Kondisi alamnya yang penuh bebatuan di punggung bukit berumput hijau yang mengelilingi Lembah Baliem. Kumpulan karang menyembul di sela-sela butiran pasir putih bertekstur halus yang tumpah mengular hingga ke punggung bukit. Sekumpulan semak belukar yang ada membuat Pasir Putih kian tampak mencolok bila dilihat dari udara.

Itulah keajaiban kecil di Lembah Baliem yang berada 1.600 meter di atas permukaan laut. Menelusuri seluruh wilayah bukit Pasir Putih dari bawah hingga mencapai puncaknya, kita akan dibuat kagum oleh pemandangan yang tersaji. Hampir seluruh wilayah Lembah Baliem dapat kami lihat dengan jelas, ini adalah sebuah anugerah Sang Pencipta yang tiada duanya.

Mungkin Sobat Pesona akan bertanya-tanya, bagaimana bisa pasir putih menghampar luas menutup perbukitan? Biasanya pasir putih ditemukan di tepi pantai dan tak semua pantai berpasir putih. Tapi itulah yang dapat kita temukan di Desa Aikima, Kabupaten Jayawijaya. Letaknya tak jauh dari pusat Kota Wamena dan hanya butuh waktu 15-20 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor untuk mencapai keajaiban di Lembah Baliem ini.

Danau Wio yang Mengering

Dulunya, tempat di mana hamparan pasir putih itu berada adalah salah satu bagian dari sebuah danau yang sangat besar bernama Danau Wio. Dan, Lembah Baliem adalah kawasan yang dulunya bernama Danau Wio tersebut. Namun, pada tahun 1813 terjadi gempa dahsyat yang menyebabkan pergeseran lempeng bumi dan perubahan geologi. Setelah kejadian itu, air Danau Wio surut dan terbentuklah sungai yang kini menjadi sungai Baliem. Sejak saat itu, danau Wio pun berubah menjadi Lembah Baliem.

Jejak kejadian alam itu dapat ditemukan pada bebatuan karang yang berserak di seluruh permukaan lembah, pasir putih di beberapa wilayah lembah, dan adanya sisa-sisa rumah kerang yang dapat dengan mudah ditemukan di tanah. Jadi, Lembah Baliem adalah bentukan asli yang diakibatkan oleh fenomena alam. Pun demikian dengan Pasir Putih di desa Aikima ini.

Sayangnya, meski sudah dikenal luas sebagai salah satu obyek wisata menarik di Wamena. Keindahan alam ini masih dikelola dan dirawat seadanya oleh masyarakat sekitar. Padahal, dengan mengandalkan keindahan alamnya, Pasir Putih sangat potensial menjadi wisata unggulan di Lembah Baliem, melengkapi wisata budaya tentang kehidupan Suku Dani atau Sungai Baliem.