4 Pulau Eksotik Habitat Hewan Purba Komodo

Komodo tak hanya ada di Pulau Komodo. Gugusan Kepulauan Taman Nasional Komodo di perairan barat pulau Flores ini juga memiliki 4 pulau eksotik lainnya yang menjadi rumah mahluk purba, komodo.

Taman Nasional Komodo terletak di Kepulauan Nusa Tenggara, dikenal sebagai habitat asli hewan komodo dan yang terdiri dari beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pualu Rinca, Gili Motang dan Pulau Padar. Berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, dipisahkan oleh Selat Sape, secara administratif termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pulau Komodo, juga memiliki pulau-pulau kecil di sekitarnya yang juga menjadi habitat hidup komodo, seperti Pulau Rinca dan Gili Motang. Di Pulau Komodo sendiri, komodo yang hidup dan berkembang biak diperkirakan lebih dari 1.300 ekor. Tapi tak hanya di Pulau Komodo, reptil purba ini tersebar di sejumlah pulau-pulau kecil di Kepulauan Komodo. Secara keseluruhan komodo hidup di pulau Komodo, Rinca dan Gili Motang mencapai 2.500 ekor.

Pulau Rinca

Populasi komodo di Pulau Rinca sekitar 2.000 ekor dan karena pulau ini tak berpenghuni, maka kesempatan untuk melihat komodo lebih besar ketimbang di Pulau Komodo, sehingga opsi utama untuk trekking melihat komodo adalah di pulau ini dan menawarkan pemandangan yang indah dan alami.

Pulau Rinca lebih dekat dijangkau dari Labuan Bajo dibandingkan dengan Pulau Komodo, dengan titik tertinggi pulau ini berada di Doro (Gunung) Ora dengan ketinggian sekitar 670 mdpl. Di pulau ini pengunjung juga bisa melihat berbagai jenis binatang seperti komodo, babi liar, kerbau dan burung.

Jalur trekkingnya juga variatif, dari trekking pendek, medium hingga yang panjang. Pengunjung bebas menentukan sendiri pilihan rutenya, disesuaikan dengan kondisi fisik demi keselamatan dan meminimalkan risiko.

Di sepanjang jalur trekking, pengunjung disuguhi pemandangan indah berupa jajaran perbukitan dan hamparan laut biru. Bukit ini akan kering dan bewarna kuning di saat musim kemarau, dan masuk musim penghujan, bukit akan berubah menjadi hijau. Di sela-sela perjalanan trekking, pengunjung akan menemukan puncak bukit yang memiliki pemandangan hamparan laut biru dipadukan dengan perbukitan eksotis khas Pulau Rinca.

Pulau Padar

Pulau Padar, juga pernah dihuni oleh banyak komodo. Akan tetapi, seiring menurunnya populasi rusa yang menjadi makanan utama komodo, jumlahnya terus berkurang. Pulau yang terletak di antara Rinca dan Komodo ini adalah pulau yang paling fotogenik. Bentuknya yang memanjang dengan titik tertingginya di ujung utara, maka dari puncak bukit akan terlihat bentuk Padar yang berkontur dari ketinggian. Dibingkai pantai pasir putih di setiap lekukannya dan pulau-pulau sabana di sekitarnya. Dari pantai hingga mencapai puncak, diperlukan trekking sekitar 30 menit dengan medan yang tidak terlalu berat.

Pulau Padar juga dikelilingi beberapa pulau kecil lain yang memiliki panorama unik. Di beberapa bagian pulau, dijumpai hamparan pantai dengan pasir berwarna merah muda (pink beach), yang cocok untuk bermain atau sekadar berenang permukaan (snorkeling).

Untuk mencapai puncak Pulau Padar, harus mendaki bukit yang cukup terjal, sekitar 40 menit, siapkan kondisi tubuh jika tertantang untuk mendaki bukit-bukit di pulau ini.

Pulau Kelor

Pulau mungil ini menawarkan rute treking pendek tetapi medannya cukup menantang karena kemiringan bukit yang mencapai 45 derajat. Dalam waktu sekitar 15 menit untuk mencapai puncak, melakukan pendakian berteman tebing batu curam, tanah berbatu dan berkerikil yang licin. Namun sesampainya di puncak, semua terbayar, pemandangan yang tersaji membuat nafas tertahan saking cantiknya.

Pulau Gili Lawa Darat/Gili Laba

Pulau Gili Lawa Darat menawarkan trek yang relatif mudah, mendaki ke atas bukit ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Dari puncak bukit akan terlihat pemandangan 360 derajat pulau-pulau di sekitarnya yang dikeliling pantai-pantai indah, seperti Pink Beach/Pantai Merah dan Kanawa.

Setelah atau sebelum mendaki bukitnya untuk menikmati pemandangan spektakuler, karang-karang keras dalam aneka warna di sini pun masih dalam keadaan baik sehingga menjadikannya rumah bagi ikan-ikan.