Jembatan Akar Baduy yang Masih Menyimpan Misteri

Jika Suku Maya di Mesir dikenal dengan bangunan piramidnya, maka Suku Baduy terkenal dengan bangunan jembatan akarnya yang dibangun tanpa alat perekat.

Suku Baduy di Lebak, Banten merupakan salah satu di antara beberapa suku pedalaman di Indonesia yang menutup diri dari dunia modern. Alasannya, mereka cenderung memilih hidup selaras dengan alam.

Bahkan mereka tergolong sangat menutup diri dari perkembangan teknologi. Sehingga mereka kerap dicap sebagai suku yang primitif. Meski begitu, Suku Baduy memiliki kehebatan selain berburu dan memanfaatkan hasil bumi, yaitu membangun tempat tinggal tanpa menggunakan paku serta alat bantu lainnya.

Jika dipikir menggunakan logika, hal tersebut tentu sangat tidak mungkin dan tidak masuk akal. Namun nyatanya, di sebuah tempat di Banten terdapat sebuah Jembatan Akar yang terkenal karena dibangun oleh Suku Baduy tanpa alat perekat sama sekali.

Jembatan akar ini terbentang di atas sungai Cisimeut selebar 30 cm. Keberadaan dari jembatan akar ini menjadi penghubung antara dunia luar dan Suku Baduy. Jembatan ini merupakan salah satu rute yang dapat dijumpai ketika akan masuk ke daerah Suku Baduy dan menjadi ikon utama bila berkunjung ke tempat ini.

Meski hanya terbuat dari ikatan akar-akar pohon, akan tetapi jembatan ini tetap terlihat kokoh dan memesona. Sedangkan bagian bawahnya terdapat bambu yang juga dapat digunakan sebagai jalan.

Jembatan akar ini sendiri berdiri tepat di Desa Batara, Banten. Menurut cerita masyarakat sekitar, dahulu jembatan ini berawal dari hanya pohon bambu di atas kali sebagai lalu lintas warga mengunjungi ladang dan perkampungan mereka.

Tetapi seiring berjalannya waktu, maka bambu-bambu ini dijalar ke akar-akar pohon yang rimbun. Konon, proses penjalaran akar ini berlangsung sekitar 50-70 tahun.

Namun beberapa wargapun mengaku tak ada yang tahu bagaimana jembatan ini tercipta, hingga bisa tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Masyarakat menyakini bahwa ini terjadi secara alami dan merupakan bentuk dari pemberian alam kepada masyarakat Baduy, tapi beberapa masyarakat juga memperkirakan jembatan ini merupakan buatan suku Baduy.

Jembatan akar adalah salah satu bukti kehebatan masyarakat Baduy dalam bersinergi dengan alam. Namun, apapun fakta tentang jembatan akar ini, keberadaan jembatan tersebut adalah saksi keberadaan dan kehidupan dari Suku Baduy.

Meski terlihat menakutkan dan tidak semua orang berani melalui jembatan ini, akan tetapi nyatanya jembatan akar inipun sangat aman dilalui oleh wisatawan yang berkunjung. Walau begitu, wisatawan diimbau untuk tetap berpegangan dan berhati-hati saat hendak menyusuri jembatan, mengingat jembatan ini cukup licin, ditambah sungai di bawahnya cenderung memiliki arus yang deras. Sehingga harus menjaga diri agar tidak jatuh.