Bukit Sontiri, Savana Indah dari Tambrauw Papua Barat

Pemandangan Bukti Sontiri berganti menjadi lautan gundukan rumput hijau. Masyarakat modern menjuluki pemandangan ini sebagai Bukit Teletubbies.

Ribuan laba-laba menjadi penghantar pagi pemandangan sebuah bukit bernama Sontiri di Distrik Kebar, Tambrauw, Papua Barat. Rerumputan hijau yang menghampar berhektar-hektar itu menjelma putih ditutup kelir sarang laba-laba. Serangga berkaki banyak memenuhi bukit setiap subuh sampai matahari terbit. 

Matahari muncul di balik barisan pegunungan. Cahayanya menyapu merah perbukitan yang sekilas mirip savana di Switzerland. Setiap pagi, bukit itu menjanjikan kedamaian yang total. Seiring dengan langit yang memerah, laba-laba melungsari rumahnya. Mereka merangsak masuk ke rongga-rongga tanah dan akan kembali lagi esok pagi. 

Pemandangan Bukti Sontiri berganti menjadi lautan gundukan rumput hijau. Masyarakat modern menjuluki pemandangan ini sebagai Bukit Teletubbies. Adabnya, Bukit Teletubbies adalah bukit yang berlanskap barisan bukit-bukit setengah lingkaran. Bukit ini memang benar-benar mirip area main Teletubbies tersebut. 

Di depan Bukit Sontiri, berdiri megah barisan Pegunungan Tamrau. keberadaannya membuat Bukit Sontiri ini serupa basin atau cekungan. Pegunungan itu adalah landmark Tambrauw, yakni Pegunungan Tamrau. Dari jauh, bukit tampil membentang bak permadani hijau. Bukit juga menjadi tempat pelintasan rusa-rusa liar. Dalam kondisi yang cukup cerah, sinar keemasan matahari terbit dan tenggelam akan menyulap Sontiri menjadi lembah bersepuh cahaya merah.

Tak hanya tampil prima kala pagi, Bukit Sontiri ini menawan saat sore menjelang senja. Inilah tempat penduduk lokal menghabiskan waktu sore mereka sambil menunggu matahari tenggelam. Anak-anak biasa bermain di sini, berlari-lari, atau sekadar menunggui ternak mereka merumput. Sekilas, pemandangan sore di Bukit Sontiri begitu hidup. 

Bila direkam dengan kamera udara, Bukit Sontiri ini seperti hamparan savana raksasa. Di antara savana itu, orang-orang menaruh harapan mereka mengembangbiakan ternak di sini. Kali ini, mereka mulai berani membuka diri untuk menerima turis. Sebuah jalan setapak menuju bukit itu, menandai dibukanya Sontiri sebagai bukit layak kunjung wisatawan. 

Menjamah Bukit Sontiri perlu perjuangan lebih. Untuk sampai di antara perbukitan itu, kita harus menunggang kendaraan double cabin dari Distrik Kebar. Distrik ini berwaktu tempuh sekitar empat jam dari Sausapor. Adapun waktu terbaik menyambangi Sontiri adalah saat musim kemarau. Rumput kekuningan akan menciptakan nuansa yang dramatis, lagi romantis.

FOTO: SENDY ADITYA