Yuk, Sambut Imlek di 4 Kampung Pecinan Legendaris Nusantara

Pemukiman masyarakat Tionghoa bermunculan di berbagai penjuru Nusantara sejak ratusan tahun lalu. Kini dikenal dengan sebutan Pecinan. Kawasan eksotik yang membawa pengunjungnya ke masa lampau.

Indonesia merupakan sebuah bangsa yang unik dengan berbagai macam ragam budaya dan sejarah. Dari sisi arsitektur, Indonesia sangat kaya dengan berbagai macam ragam. Mulai dari arsitektur tradisional sampai dengan arsitektur hasil akulturasi kebudayaan, di antaranya adalah keberadaan Kampung Cina atau Pecinan.

Kehadiran masyarakat Tionghoa di Indonesia dapat dirunut jauh sejak berabad-abad lampau. Berkembangnya kerajaan-kerajaan di nusantara membuat para imigran dari Tiongkok berdatangan, khususnya untuk melakukan aktivitas perdagangan. Permukiman-permukiman masyarakat Tionghoa pun bermunculan dan kelak kemudian dikenal dengan sebutan Pecinan. Berikut ini beberapa kawasan pecinaan ikonik yang bisa Sobat Pesona kunjungi untuk liburan Imlek.

Petak Sembilan, Jakarta Barat

Di balik banyaknya gedung tinggi yang berjajar di ruas jalanan Jakarta, terdapat satu tempat wisata yang belum terlalu mainstream untuk dikunjungi, yakni Pecinan Petak Sembilan yang berlokasi di Jalan Kemenangan III 13, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat. Tempat ini dapat menjadi alternatif tepat bagi yang suka berjalan-jalan namun bosan dengan situasi mall.

Selain kental dengan sejarah etnis Tionghoa, Pecinan Petak Sembilan juga memiliki unsur modern yang membuatnya begitu unik untuk dijelajahi. Di sepanjang jalan, Sobat Pesona akan mendapati banyak pernak-pernik lampion merah, mirip dengan yang sering ditemui ketika perayaan Tahun Baru Imlek. Sedangkan, di bagian kiri dan kanan jalan Pecinan Petak Sembilan, ada banyak sekali bangunan yang menyediakan berbagai rupa peralatan untuk ibadah umat Buddha dan Konghucu.

Semawis, Semarang

Jika berkunjung ke Semarang, jangan lupa mampir ke kawasan Warung Semawis di kawasan Pecinan Semarang yang buka setiap hari Jum'at, Sabtu, dan Minggu. Beraneka macam kuliner yang pasti akan menggoda selera. Sebagian pedagang dan pengunjung banyak yang berasal dari keturunan Tionghoa. Makanan yang ditawarkan di kawasan ini terdiri dari aneka jenis menu khas hidangan Tionghoa, Oriental dan juga masakan nusantara.

Tidak hanya menyuguhkan aneka kuliner lezat, kawasan di Kelurahan Kranggan ini juga memiliki warisan budaya Cina yang sangat kental. Keberadaan belasan klenteng baik klenteng marga maupun klenteng umum yang tersebar di gang-gang yang ada, salah satunya Klenteng Tay Kak Sie, yang memiliki arsitektur yang penuh dengan detail indah yang rumit.

Kya Kya, Surabaya

Kya kya merupakan sebuah pasar malam yang dulu sering diadakan di kawasan Kembang Jepun. Kya kya sendiri berarti jalan-jalan dan diambil dari bahasa Tionghoa. Kya kya yang berupa pasar malam memang ada di masa lalu. Namun istilah kya kya di Kembang Jepun kini masih ada. Kawasan Pecinan yang satu ini untuk menikmati suasana kuno khas Tiongkok yang ada di sana.

Bagi penggemar bangunan arsitektur kuno, kawasan ini bisa memberikan semua hal tersebut. Di sepanjang kawasan jalan yang panjangnya mencapai 700 meter ini, Sobat Pesona akan diajak seperti kembali ke masa lalu. Di kawasan ini, Sobat Pesona bisa melihat bangunan-bangunan kuno dengan arsitektur Tiongkok, beberapa tempat ibadah dengan ornamen-ornamennya, dan rumah-rumah kuno yang berjajar rapi dengan nuansa klasik yang masih sangat terjaga.

Cina Benteng, Tangerang

Di Tangerang, ternyata ada kawasan pecinan Cina Benteng Tangerang. Mulai dari Gang Sukaria, Jl MT Haryono, Tangerang masuk ke dalam gang-gang rumah-rumah penduduk Cina Benteng lalu jalan melewati pinggir Sungai Cisadane. Tak hanya itu, Sobat Pesona juga bisa menemui Kelenteng Boen Tek Bio dan berakhir di Museum Benteng Heritage, tepatnya di kawasan Pasar lama Tangerang.

Kalau belum puas, Sobat Pesona bisa wisata kuliner dan beli jajanan khas Tiongkok di area objek wisata ini. Perjalanan di kawasan pecinan ini ditutup dengan melintasi Sungai Cisadane naik perahu, dan disusul wisata kuliner malam-malam di sepanjang Jalan Kisamaun.