Kebun Cengkeh Gambesi, Primadona Baru Wisata Alam Ternate

Ternate memiliki ratusan pohon cengkeh tua yang semua dahan dan rantingnya yang tumbuh tinggi menjulang dan sudah mengering dan sebagian lagi masih segar. Dahan-dahan dan ranting-ranting pohon cengkeh yang sudah mengering ini memberikan nuansa romantis dan asyik

Liburan bersantai sambil menikmati pemandangan indah tentu bisa menjadi alternatif untuk menyegarkan pikiran dari rutinas sehari-hari, diantaranya adalah dengan berwisata kebun. Dari dahulu kala, Ternate sudah dikenal dengan kekayaan rempah – rempah yang tumbuh subur di tanah Ternate, salah satunya adalah cengkeh.

Di Ternate, ada puluhan pohon cengkeh tua yang semua dahan dan rantingnya yang tumbuh tinggi menjulang dan sudah mengering dan sebagian lagi masih segar. Dahan-dahan dan ranting-ranting pohon cengkeh yang sudah mengering ini memberikan nuansa romantis dan asyik. Pemandangan kebun cengkeh Gambesi, Ternate ini kini menjadi lokasi wisata yang sedang hits untuk berfoto selfie sambil menikmati rindangnya naungan pepohonan cengkeh.

Di kebun Gambesi, pohon cengkeh yang tertata rapi, ditambah rumput hijau nan bersih semakin menambah siapa saja yang berada di sana untuk duduk berlama-lama. Bahkan tak jarang, kebun cengkeh di belakang Universitas Khairun, sekitar 15 menit dari pusat kota Ternate ini dijadikan tempat pengambilan gambar untuk pre-wedding.

BACA JUGA: CENGKEH TERTUA DI DUNIA

Di kebun ini, anak-anak juga bisa bermain bebas di alam terbuka yang segar, berlarian, hingga berguling-guling di rumput. Beberapa pengunjung ada yang membawa hammock untuk dipasang di antara batang-batang cengkeh. Sementara anak-anak muda kebanyakan sibuk mencari sudut berfoto yang menarik.

Salah satu spt menarik untuk berfoto adalah sebuah rumah kebun yang sudah tua. Rumah mungil tersebut merupakan rumah pemilik kebun, biasanya berupa rumah panggung yang berfungsi untuk beristirahat saat merawat kebun.

Sayangnya, karena kebun cengkeh ini milik warga perorangan, fasilitas yang ada di kawasan ini masih terbilang sangat minim sebagai tempat wisata. Pengunjung hanya bisa datang untuk menikmati suasana alam yang segar saja. Fasilitas yang biasa ada di tempat wisata seperti toilet, tempat ibadah, dan tempat makan minum, belum tersedia di sini. Sehingga pengunjung harus membawa persiapan makanan dan minuman dari rumah.