5 Gereja Tua dengan Arsitektur Unik

Gereja-gereja ini sebagian dibangun pada abad ke-19. Pengaruh arsitektur Eropa pada abad itu terlihat pada bangunan gereja-gereja ini.

Suasana Natal sudah mulai terasa di Indonesia. Untuk menyambut datangnya Natal dengan khidmat, kita kunjungi beberapa gereja tua yang memiliki arsitektur unik ini, yuk!

Gereja Katedral, Jakarta

Gereja ini dibangun pada tahun 1810 dengan ciri arsitektur neo-gotik atau mengangkat gaya arsitektur Eropa di abad pertengahan. Gereja katedral ini telah mengalami dua kali renovasi. Ada 3 menara di Gereja Katedral, yaitu: Menara Benteng Daud, Menara Gading dan Menara Angelus Dei.

Tak tanggung-tanggung, menara ini dibuat dari besi dengan bagian bawah didatangkan dari Nederland dan bagian atas dibuat di bengkel Willhelmina, Batavia. Di menara gading terdapat jam yang pada mesinnya tertulis Van Arcken & Co.

Gereja ini dirancang dan dimulai pengerjaannya oleh Pastor Antonius Dijkmans dan peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Pro-vikaris, Carolus Wenneker. Pekerjaan ini kemudian dilanjutkan oleh Cuypers-Hulswitketika Dijkmans tidak bisa melanjutkannya, dan kemudian diresmikan dan diberkati pada 21 April 1901 oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, S.J., Vikaris Apostolik Jakarta.

Gereja Ayam, Jakarta

Sebelum beken Gereja Ayam di Yogyakarta, ternyata ada juga Gereja Ayam di Jakarta. Gereja  di kawasan Pasar Baru ini disebut gereja ayam karena alat penunjuk arah mata angin berbentuk ayam. Alat itu berada tepat di atap gereja. Bangunan ini menjadi gereja tua yang ikonik di Jakarta. Gereja yang dibangun antara tahun 1913-1915 oleh Ed Cuypers dan Hulswit ini merupakan salah satu peninggalan pemerintahan kolonial Belanda. Melihat bangunan gereja ini, terasa kental perpaduan arsitektur Italia dan Portugis.

Gereja Merah, Kediri

Gereja bernama asli GPIB Imannuel ini didirikan pada tahun 1904 dan pada awalnya berwarna putih gading. Setelah bangunan ini dicat merah pada tahun 2005 silam, barulah gereja ini mendapat julukan gereja merah. Uniknya, gereja ini menyimpan injil berbahasa Belanda buatan 1867. Gereja ini pertama kali dibangun oleh orang Belanda JA Broers pada tahun 1904. JA Broers yang kala itu seorang pendeta diutus pemerintahan Hindia Belanda untuk mengajarkan agama protestan di Kediri.

Gereja Blenduk, Semarang

Aslinya gereja Blenduk bernama GPIB Immanuel yang dibangun oleh masyarakat Belanda yang tingga di kota Semarang pada 1753. Nama Blenduk berasal dari julukan masyarakat setempat yang menggambarkan kubah yang dimiliki oleh Gereja ini. Terletak di Jalan Letjend Suprapto, Gereja Kristen ini adalah yang tertua di Jawa Tengah.Gereja Blenduk memiliki kubahnya besar berlapis perunggu, dan di dalamnya terdapat sebuah orgel Barok. Gereja ini sempat direnovasi pada 1894 oleh W. Westmaas dan H.P.A. de Wilde, yang menambahkan kedua menara di depan gedung gereja ini.

Gereja Kayu Tangan, Malang

Gereja ini terletak di tengah sejuknya kota Malang dan dibangun pada tahun 1906, sedangkan kedua menaranya baru ditambahkan pada tahun 1930. Gereja Kayu Tangan memiliki gaya arsitektur yang unik, yaitu neo gothik. Gaya ini diperkenalkan oleh salah seorang arsitek Belanda yang terkenal pada masanya, yaitu Dr PJH Cuypers (1827-1921). Seni bangunan yang ada di Gereja Kayu Tangan menunjukkan ciri khas bangunan abad pertengahan abad 19. Hal ini terlihat dari struktur gedung yang tinggi.