Tugu MacArthur, Monumen Sejarah Perang Dunia II

Kabupaten Jayapura bertaburan objek wisata. Tak akan rugi mengunjungi daerah ini, karena selain bisa berwisata alam, di sini terdapat objek wisata sejarah peninggalan Perang Dunia II, yaitu Tugu MacArthur.

Letak tugu ini cukup dekat dari Bandara Sentani. Hanya butuh berkendara sekitar belasan menit, udara sejuk dan panorama dari ketinggian terhampar indah, dari Puncak Ifar Gunung, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Waktu tepat berkunjung saat akhir pekan. Sebelum memasuki kompleks tugu, kita harus melewati pos militer dan diminta untuk menyerahkan kartu tanda pengenal. Jika kita pergi lebih dari satu orang, maka hanya salah seorang saja yang menyerahkan tanda pengenalnya. Bagi pengendara mobil, kaca mobil harus diturunkan. Lokasi tugu ini memang berada di kawasan Resimen Induk Kodam (Rindam) XVIII Trikora.

Dari puncak, Bandara Sentani akan terlihat di bawahnya yang sesekali tampak pesawat mendarat atau menukik terbang. Kita akan memunggungi pula gugusan Pegunungan Cycloop, dengan hutannya yang lebat. Ada pula beberapa bangku beton memanjang, yang menjadi tempat favorit Sang Jenderal untuk menganggumi keindahan alam Jayapura. Jika beruntung, matahari terbenam bisa terlihat dari sini.


Jejak Jenderal Amerika
Tugu MacArthur tepat menghadap Kota Sentani. Masyarakat sekitar kerap menyebutnya Makatur, sama seperti penyebutan Siklop untuk Cycloop. Di tugu bersegi lima bercat kuning hitam itu, tersembul gambar anak panah dan pedang yang menyilang. Ada separagraf kalimat berbahasa Indonesia dan Inggris yang terukir, sebagai penjelasan singkat tentang Markas Besar Umum Pasifik Barat Daya.

Ada sebuah bangunan mungil di samping tugu. Di sana jadi tempat informasi jejak-jejak Jenderal Douglas MacArthur dari Amerika Serikat itu, lengkap dengan foto-foto dokumentasinya. Beberapa peta ikut terpampang.

Douglas MacArthur adalah jenderal di balik jayanya pasukan tentara Amerika Serikat dan sekutu, pada Perang Dunia II di wilayah Pasifik. Setelah mendarat di Teluk Humboldt atau Teluk Hamadi pada 22 April 1944, MacArthur mendirikan markas besar itu di Ifar Gunung. Dari markas ini, strategi perang yang disusunnya berhasil mengusir tentara Jepang di Solomon dan sebagian daerah Papua Nugini.

Foto : Kristianto Galuwo