Yuk, Ke Kota Jayapura

Gerbang menuju kota terbesar di timur Papua ini berada di Bandara Sentani, tepat berada di tepi Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Untuk menuju pusat kota Jayapura terhitung mudah, tapi sayangnya tak murah. Strateginya, gonta-ganti taksi.

Jika tujuan kita menuju Ibu Kota Provinsi Papua, di Kota Jayapura, dari bandara perjalanan akan ditempuh sekitar 46 kilometer dengan waktu tempuh satu jam lebih. Dari Sentani kita akan menemui kawasan perkotaan. Hanya terdapat dua jalur menuju Kota Jayapura. Satu jalur melewati perkotaan, satunya lagi melewati jalur Universitas Cenderawasih di Waena yang melewati perbukitan. Rute yang kedua ini lebih cepat, tapi tidak ada jalur angkutan umum atau warga kerap menyebutnya taksi.

Kawasan perkotaan yang akan dilewati di antaranya Waena, Abepura, Kotaraja, dan Entrop. Kawasan perkotaan tersebut lebih padat daripada Kota Jayapura. Bahkan sering macet saking banyaknya kendaraan.

Biaya taksi hanya Rp 5 ribu. Jadi jika kita berangkat dari Sentani, kita harus turun di Waena. Kemudian berganti taksi lagi menuju Abepura. Kita kembali berganti taksi menuju Entrop yang nantinya akan melewati Kotaraja. Dari Entrop, tinggal sekali lagi naik taksi agar sampai ke Kota Jayapura.

Taksi online hanya ada Grab, tapi biayanya terbilang mahal. Sekali perjalanan antarkota, bisa sampai Rp 30 ribuan. Sekali jalan dari Sentani ke Kota Jayapura bisa sampai Rp 160 ribu. Sementara Gojek, direncanakan akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.


Aman dan Nyaman Untuk Pejalan Kaki
Pusat Kota Jayapura terbilang kecil. Kita bisa mengitarinya dengan berjalan kaki saja. Gedung-gedung menjulang didominasi oleh perhotelan dan perkantoran. Ada beberapa hotel berbintang di kota ini, di antaranya Fave Hotel, Hotel Aston Jayapura, Hotel Horison, dan Swiss-bell Hotel.

Ada juga Hotel Yasmine yang dikenal salah satu hotel tua. Jarak dari satu hotel ke hotel lain hanya butuh berjalan kaki beberapa ratus meter. Kecuali Swiss-Bell yang berada tepat di bibir Teluk Youtefa. Selain itu, masih banyak lagi hotel-hotel lain dan penginapan yang harganya cocok untuk kantong backpacker.

Lalu lintas kendaraan di Kota Jayapura lebih lengang dibandingkan kawasan perkotaan lain. Baik pada siang atau malam hari. Cukup aman bagi pejalan kaki yang ingin mengitari kota. Kota Jayapura diitari perbukitan dan menghadap Teluk Youtefa. Banyak rumah-rumah penduduk yang dibangun di wilayah punggung bukit. Karena itu, pada malam hari kota ini terlihat cantik dengan gemerlap lampunya sampai di perbukitan.

Wilayah dataran tinggi di Kota Jayapura yang cukup dikenal adalah Kelurahan Angkasa. Di sini terdapat Gedung Negara atau rumah dinasnya Gubernur Papua, sekaligus rumah-rumah dinas para pejabat tinggi provinsi. Pada hari-hari tertentu, kawasan Gedung Negara ini terbuka untuk publik.


Foto : Kristianto Galuwo