Danau Kerinci, Keindahan Alam dan Sejarah Purba

Danau seluas sekitar 5000 meter persegi dengan ketinggian 783 meter di atas permukaan laut, di kaki Gunung Rayo. Merupakan Danau terbesar di Kabupaten Kerinci.

Danau Kerinci terletak sekitar 16 kilometer di Selatan Kota Sungai Penuh. Danau yang berada di dua wilayah Kecamatan, yaitu Kecamatan Keliling Danau dan Kecamatan Danau Kerinci, merupakan danau vulkanik dengan kedalaman 110 meter.

Danau yang terletak di ketinggian 783 meter di kaki Gunung Rayo ini menyuguhkan pemandangan menarik di sekitar danau. Diantaranya suguhan sekumpulan burung belibis yang berkeliaran. Pemandangannya semakin menakjubkan dengan latar belakang Gunung Raja yang menjulang menambah indahnya kilauan air jernih danau.

Kawasan sekeliling danau juga menjadi tempat rekreasi air menarik seperti memancing, berenang, tempat perkemahan. Tak ketinggalan wisata kuliner khas Kabupaten Kerinci yang disediakan oleh restoran yang ada di sekitar danau, seperti Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, ditemani secangkir Kopi Kerinci atau Teh Kayu Aro.


Legenda Danau Kerinci
Menurut cerita masyarakat secara turun temurun Danau Kerinci pada zaman dahulu ialah danau yang luas, karena luasnya dahulu danau ini disebut dengan Danau Gedang (besar). Konon di dasar danau gedang berdiam seekor naga raksasa yang bernama Calungga.

Dulunya Calungga adalah seorang manusia, ia memiliki adik bernama Calutat, keduanya tinggal di pinggir danau gadang. Calungga berubah menjadi Naga karena memakan sebutir telur yang ia dapatkan dari hutan. Karena fisiknya berubah dan takut  menyakiti adiknya sendiri, Calungga memutuskan pergi ke danau gedang.

Suatu ketika, adik Calungga, yang bernama Calutat ingin bertemu kakaknya. Mereka pun bersepakat bertemu di pinggir danau. Ketika Calungga menemui adiknya di pinggir danau, sungai-sungai kecil dijebol agar bisa menemui adiknya. Ulah Calungga membuat danau gedang yang dulunya melimpah air lama-lama menjadi surut dan kecil.


Peninggalan Purba, Batu Megalitikum
Di desa sekitar danau, yaitu Desa Pulau Tengah, ditemukan sejumlah batu berukir yang dipercaya sebagai peninggalan manusia megalitikum yang hidup ribuan tahun lalu. Penemuan tersebut menunjukan ada peradaban yang pernah berkembang. Peninggalan masa Megalitikum diantaranya berupa Dolmen Batu Raja dan Masjid Keramat Pulau Tengah.

Juga dapat melihat sejumlah batu berukir peninggalan manusia megalitikum. Batu ukir ini menjadi bukti bahwa wilayah di sekitar Danau Kerinci adalah daerah yang pernah dihuni manusia purba. Atau mengunjungi Desa Seleman, di sana terdapat Rumah Laheik sebagai rumah khas Kerinci.

Pesona alam Danau Kerinci yang sangat elok ini konon sangat dikagumi oleh mantan wakil presiden yang juga Proklamator RI, Mohammad Hatta. Ia sangat menikmati panorama alam Danau Kerinci. Mantan Wakil Presiden masa Soekarno inijuga menanam pohon di sana dan menggunakannya sebagai tempat peristirahatan. Selain menikmati alamnya, di tempat ini juga bisa camping. Pemandangan menarik saat camping dari para nelayan yang tengah mencari ikan di danau.

Foto : Hendi Fresco