Jelajah Pesona Palu dan Donggala

Tahukah kamu kalau pantai-pantai di Palu dan Donggala itu sangat cantik dan eksotis? Yuk Sobat Pesona kita Jelajah Pesona Palu dan Donggala.

1. Eksplor Pantai Tanjung Karang dan bawah lautnya, Donggala
Perjalanan dari Palu ke Donggala menghabiskan waktu sekitar 1 jam. Tahukah kamu kalau pantai-pantai di Donggala itu sangat cantik dan eksotis? Pantainya berpasir putih dan bersih. Salah satu yang kukunjungi adalah Pantai Tanjung Karang di Kabupaten Donggala. Mungkin ini salah satu pantai yang habis diterjang tsunami ya. Padahal kampung di kawasan pantai ini termasuk ke dalam desa budaya Tanjung Karang.

Entah kenapa, aku punya keterikatan dengan Pantai Tanjung Karang ini. Jadi begitu mendengar berita tsunami di Palu dan Donggala pertama kali, yang kuingat adalah pantai ini. Mungkin karena tempatnya bagus, aku datang pada saat langit sedang cerah-cerahnya dan ombak sedang tenang. Kami semua benar-benar bersenang-senang di sana, melepas penat setelah kembali dari Togean.

Dari pantai saja dapat dilihat gradasi air laut yang ternyata menyimpan karang-karang yang terawat. Niatnya cuma duduk-duduk santai di pantai. Tapi aku dan teman-teman segera tergoda untuk menjelajah bawah lautnya. Jadilah kami menyewa kapal untuk melihat karang-karang cantik di perairan. Aku bersiap snorkeling lagi padahal kami baru pulang dari eksplor laut di Kepulauan Togean. Belum bosan. Karena aku tahu, begitu aku kembali ke Jakarta, aku akan merindukannya.


2. Landmark Donggala Kota Niaga
Waktu aku datang ke sana, landmark Donggala masih tertulis "Donggala Kota Niaga". Terakhir kupantau, tulisannya berubah menjadi "Donggala Kota Wisata". Kami mampir ke patung keong raksasa di Pantai Donggala. Tempat ini cocok sekali untuk menikmati sunset, tapi sayangnya kami berkunjung ke sana tepat tengah hari.


3. Jembatan Ponulele Palu
Saat mendengar jembatan ini hancur diterjang tsunami, aku reflek membuka folder foto-foto di Palu dan mengingat kemegahan Jembatan Ponulele kebanggaan orang Palu. Warnanya kuning dan membentang panjang di atas Teluk Talise, menghubungkan kawasan Palu Barat dan Palu Timur. Katanya jembatan ini merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Prancis. Makanya warga Palu bangga banget dengan kemegahan jembatan ini dan jadi landmark Kota Palu. Nama lainnya Jembatan Palu IV yang baru diresmikan tahun 2006 (dan 2018 sudah hancur tak berbentuk).


4. Tugu Gong Perdamaian Nosarara Nosabatutu
Dulu Sulawesi Tengah memang pusat konflik khususnya Poso dan Sigi. Untuk menghindari konflik-konflik itu, akhirnya dibangunlah Taman Nosarara Nosabatutu (diambil dari semboyan suku Kaili, suku asli Palu) yang artinya bersaudara dan bersatu. Taman Nosarara Nosabatutu ini dijadikan taman edukasi bagi masyarakat Palu dan sekitarnya. Lokasinya ada di atas bukit dengan panorama kota dan Teluk Palu di bawah sana.

Ada satu bangunan tempat gong perdamaian diletakkan. Waktu kami ke sana, gong ini belum dipasang. Taman Perdamaian Nosarara Nosabatutu ini masih dalam tahap pembangunan. Beberapa bulan setelah kami ke Palu, gong yang diberi nama Gong Perdamaian Nusantara akhirnya dipasang. Gong ini adalah simbol semangat perdamaian NKRI dan ini adalah gong yang ke-sekian diresmikan di Indonesia, setelah Jepara, Ambon, Ciamis, Yogyakarta, Blitar, Kupang dan Singkawang.

Selain itu, di kawasan taman perdamaian ini juga dibangun tugu perdamaian Palu yang berbentuk bangunan dengan menara obor di atasnya. Bangunan ini dibuat 3 tingkat yang melambangkan 3 hubungan manusia yang harus dijaga: hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan lingkungan. Lalu, di atap bangunan terbuat lambang semua tempat ibadah umat beragama yang ada di Indonesia. Setiap tingkatan di monumen ini dijadikan museum. Lantai 1 adalah museum perdamaian yang berisi ajaran kitab suci berbagai agama di Indonesia dan beberapa pesan moral yang membangkitkan persatuan. Lantai 2 adalah museum seni budaya Nusantara yang berisi barang kerajinan dari berbagai daerah. Lantai 3 adalah museum bahaya penyalahgunaan narkoba untuk meningkatkan responsibility masyarakat terhadap isu narkotika. Namun, dulu semua itu belum ada saat aku ke Palu tahun 2014. Tak lama setelah itu baru taman perdamaian, gong, dan tugunya diresmikan. Seketika tempat itu menjadi lokasi wisata warga Palu yang menarik.

Komplit, ya, isi Taman Perdamaian Nosarara Nosabatutu ini. Karena berlokasi di puncak bukit, taman ini jadi pusat evakuasi gempa dan tsunami. Jadi maknanya tidak hanya untuk perdamaian, tapi juga untuk keselamatan.


5. Bukit Cinta Palu
Sebelum pulang ke Jakarta, ada satu lagi destinasi yang wajib dimampiri: Bukit Cinta (muda-mudi) Palu. Kalau kami menyebutnya bukit teletubbies karena hijau sekali dan terdiri dari gugusan bukit. Pemandangannya aduhai sekali. Kenapa dinamakan Bukit Cinta? Tempat ini jadi tempat kumpul anak muda untuk menikmati panorama Teluk Palu. Jadi ada banyak tempat untuk menikmati panorama kota Palu dari ketinggian. Salah satunya, ya, Bukit Cinta ini. Mungkin ini jadi bukit evakuasi juga bagi korban gempa dan tsunami September lalu.