Perjalanan 12 jam dari Bajawa Menuju Labuan Bajo

"........ ada bus ke Labuan Bajo. Bus hanya satu kali sehari, berangkat dari Bajawa jam 7 pagi. Travel juga ada. Berangkatnya kalo ada penumpang."

Travelling di Indonesia ini super challenging. Bagaimana nggak, untuk soal transportasi umum aja kita harus menerka-nerka dan mengandalkan keberuntungan. Ini juga yang kita alami saat mencari angkutan umum untuk membawkita pindah tempat dari Bajawa ke Labuan Bajo. Lewat jalan darat tentunya.

Ada beberapa pilihan untuk berpindah tempat dari Bajawa menuju Labuan Bajo, destinasi impian banyak orang. Ini dia:

Pesawat
Tapi buat kita itu bukan pilihan. Yang jelas mahal. Pesawat menuju Labuan Bajo nggak ada yang terbang langsung dari Bajawa, kita wajib transit dulu, bisa transit di Kupang, atau malah transit ke Denpasar. Rutenya nggak efisien banget. Proses transit ini bisa beberapa jam, bisa juga sampai hitungan hari. Parahnya, jadwal pesawat yang terbang dari Bandar Bajawa belum tentu ada tiap hari.

Sewa mobil
Waktunya fleksibel dan kita bisa berhenti-berhenti sesuka hati. Tapiiiii,,, ya itu, nggak rela keluar uang lebih. Apalagi kita jalan cuma berdua.

Travel
Memang ada travel yang melayani rute Bajawa – Labuan Bajo. Sayangnya travel ini cuma mau berangkat kalo ada penumpangnya. Ada syarat lagi. Si travel nggak mau berangkat kalo penumpangnya cuma dua. Itu yang travel langsung dari Bajawa.

Ada pilihan lain, travel yang pake berhenti / transit di Ruteng yang makan waktu tempuh lebih lama. Kemungkinan kita baru bisa sampe di Labuan Bajo tengah malam. Kita anak perawan dua biji yang belum punya penginapan di Labuan Bajo mesti kelayapan tengah malam di kota orang. Tentu saja ini bukan pilihan.

Naik bus
Ada satu bus yang punya trayek Bajawa-Labuan Bajo. FYI, bus ini cuma ada 1. Tiap hari dia berangkat dari Bajawa pagi-pagi banget. Serunya karena Bajawa ini kota kecil, setiap penumpang bus ini dijemput di depan rumah. Kita pun udah harus siap jam 6.30 pagi tunggu jemputan bus kecil ini untuk kemudian mengantar kita ke Labuan Bajo melewati jalan Trans Flores yang indah.

Iya. Kita dijemput bus di depan rumah. Tinggal telpon gitu. Namanya bus gemini. Mungkin karena kotanya kecil, busnya pun bus 3/4, jadi dia bebas muter2 di kota kecil itu demi jemputin penumpangnya satu-satu. Ketika sampai di Labuan Bajo, penumpang juga dianter ke depan rumah tujuan kok. Istimewa kan bus ini.

Kita beruntung dapat tempat di samping pak sopir yang mengendali bus supaya baik jalannya. Bapak sopir ini suka bagi-bagi makanan [ndeso *kata bapaknya] ke kita. Lumayan bisa ngerasain jagung yang dibakar tanpa bumbu apapun. Pak sopir ini juga suka muter lagu Flores sepanjang jalan. Kalo nggak salah namanya Pak Leo.

Tapi buat kita yang lebih istimewa lagi adalah jalanan Flores yang super cihuy. Pemandangan hijau, sawah, gunung, langit, jalanan berkelok-kelok yang lekukannya super seksi, laut, dan pemukiman-pemukiman kecil penduduk. Rasanya 12 jam berlalu begitu saja. Terima kasih Pak Leo, bus Gemini, dan jalanan Flores yang tak terlupakan.