Living on Board Moyo – Labuan Bajo

Mampir ke Pulau Moyo, lihat lumba-lumba berenang, naik ke puncaknya Gili Laba, ketemu komodo di Pulau Komodo, berenang di Pink Beach, mencoba peruntungan bertemu manta di Manta Point, snorkeling di Pulau Kelor, dan berlabuh di Labuan Bajo.

Suasana pagi itu syahdu, langit gelap berubah jadi berwarna lebih cerah. Sayangnya kita nggak kebagian sunrise dengan pemandangan matahari bulat cerah. Pas kita bangun kapal sudah bergerak lagi dan rasanya matahari sudah di posisi yang lebih tinggi. Pemberhentian pertama kita hari ini adalah Pulau Moyo. Di Pulau Moyo kita bisa mandi air tawar karena kita akan mengunjungi air terjun di pulau, kemudian lanjut snorkeling di sekitar Pulau Moyo.


Pulau Moyo
Kapal kayu yang kita tumpangi nggak bisa merapat ke pulau, kita punya pilihan untuk berenang ke pulau atau naik kano kecil. kita sih pilih naik kano aja, biar ngirit tenaga. Hahaha. Dari pinggir pantai kita harus jalan kaki sekitar 20 menitan ke air terjun. Pas di air terjun ternyata udah banyak orang.

Kesimpulannya, yang berlayar hari itu nggak cuma kapal kita, tapi ada juga beberapa kapal lain. Untuk menikmati air terjun, kita harus basah-basahan sambil merangkak ke atas. Kesannya seperti serem, tapi semua orang manjat. Batu-batunya keset, nggak licin, jadi enak buat pegangan. Di puncak air terjun ada kolam yang agak dalam. kita bisa main tarzan-tarzanan dengan berpegangan ke tali dan nyebur ke kolam. Kalo yang lebih berani pilih manjat pohon baru lompat.

Mandi di air terjun di Pulau Moyo masuk dalam salah satu wishlist-ku. Salah satu pertimbangan untuk ikut LOB dari Lombok ke Labuan Bajo adalah ada jadwal untuk pergi ke air terjun di Pulau Moyo. Konon katanya dulu Lady Diana aja berlibur di Pulau Moyo dan mandi di air terjunnya. Di Pulau Moyo memang ada resor mewah yang konon katanya cukup indah. Penasaran deh,, gimana rasanya nginep disana. Tapi ternyata, air terjun yang ada di Pulau Moyo ini nggak cuma satu. Nah air terjun yang kita datangi saat LOB ini bukan air terjun tempat Lady Di mandi. Next time, kita mau jalan-jalan lagi ah ke Pulau Moyo demi memenuhi wishlist untuk mandi di  air terjun tempat Lady Di mandi.

Snorkeling di sekitar Pulau Moyo juga cukup seru. Untuk yang belum tahu snorkeling, snorkeling itu cuma ngambang di permukaan aja terus tenang-tenang lihat terumbu karang dan ikan-ikan berenang di bawah sana. Kalo nggak bisa berenang sebaiknya pake baju pelampung, meskipun pasti kita bakalan ngambang juga di air laut. Oia, untuk snorkeling butuh alat snorkeling yaaaa, alias snorkel. Untuk kaki katak atau fin nggak harus. Bahkan di beberapa tempat yang dangkal penggunaan fin tidak disarankan karena tkitatnya malah merusak karang.

Meskipun snorkeling di Pulau Moyo menyenangkan, kita harus selesai lebih cepat. Eh entah lebih cepat atau kitanya yang berasa nggak puas-puas. Pokoknya saat itu kita harus kembali ke kapal untuk mengejar waktu. Jadwal dari Pulau Moyo adalah perjalan delapan belas jam di kapal untuk menuju ke Flores. Mmmmmm,,,


18 Jam di Laut
Jadi selama 18 jam di laut ngapain aja? Thank God, sepanjang perjalanan selalu ada pemandangan indah seperti pulau-pulau cakep, lumba-lumba berenang, dan teman-teman yang rada edan. kita juga makan berkali-kali sampe kenyang. Laper, kemudian makan lagi.

Malam itu makan malam dihidangkan lebih awal. Emang kita rasanya udah laper duluan. Apa karena cuma berlayar dan nggak ngapa-ngapain jadi rasanya malah pengen ngunyah. Yang jelas setelah makan malam yang lebih awal, kita pun berasa ngantuk lebih awal. Akibatnya kita semua juga tidur lebih awal. Bisa se-kapal gitu mutusin untuk tidur lho. Semua penumpang tidur, tapi nggak dengan ABK. Nah, saat tidur itu kita berasa ombaknya lagi kenceng-kencengnya.

Awalnya berasa  seperti bayi yang di-nina-bobo-kan laut, goyang kanan - goyang kiri. Lama kelamaan goyangannya semakin kencang. kita sempat mengintip gimana keadaan teman-teman, mereka semua tetap diam di tempat dan pilih tetap di posisi tidur. kita pun nggak berani ganti posisi karena tkitat mabok. Keinginan untuk pergi ke toilet pun kita urungkan dan pilih memaksa diri tetap tidur. Semoga besok pagi ada kabar baik.