Meniti Danau Suci

Ranu Kumbolo merupakan danau seluas 15 hektar yang terletak di ketinggian 2100mdp. Bagi para pendaki, Ranu Kumbolo bukan hanya perlintasan ketika akan mencapai puncak Gunung Semeru (3676mdpl), Lumajang, Jawa Timur.

Ranu Kumbolo adalah tempat menghela napas sebelum melanjutkan perjalanan ke Kalimati maupun ke puncak. Bahkan bagi sebagian pendaki, Ranu Kumbolo adalah tujuan akhir, mereka tak perlu mencapai puncak. Kita memang boleh camp di sini,  tetapi harus membawa turun kembali sammpah yang dibawa. Tak hanya itu, cara mengambil air di danau harus diperhatikan. Dulu Ranu Kumbolo adalah danau suci. Kameswara, Raja Kediri (1180-1190) melakukan perjalanan suci ke Gunung Semeru dan danau suci Ranu Kumbolo untuk bersemadi. Demikian prasasti Ranu Kumbolo menuliskan.

Oleh sebab itu, untuk menjaka kebersihan danau, maka jika melakukan aktivitas yang berkaitan dengan air, maka harus mengambil air dengan wadah dan harus menjauh setidaknya 10m dari bibir danau. Tujuannya, agar air yang masuk ke danau sudah tersaring tanah dan jernih kembali.

Ketika Bromo Tengger Semeru ditetapkan sebagai 10 destinasi prioritas didukung dengan publikasi dengan berbagai cara, termasuk melalui film, Semeru pun semakin riuh. Kini, kuota pendaki dibatasi 600 orang/hari. Kuota itu selalu penuh bahkan waiting list. Syarat pun lebih ketat.

Pendaki harus melengkapi diri dengan surat sehat dari dokter, perlengkapan pendakian yang dicek oleh relawan, mengisi SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) form perjanjian bermaterai untuk membawa sampah turun, dan tidak boleh mencuci atau mandi di Ranu Kumbolo. Dahulu, sebelum pendaki mencapai ratusan, masih bisa mencuci peralatan masak langsung di danau. Hanya semakin banyak pendaki, semakin menurun pula daya dukung lingkungan untuk menampung wisatawan.