Berbelanja di Pasar Mama-Mama di Jayapura

Kota Jayapura menyimpan berbagai macam titik wisata. Salah satunya adalah Pasar Mama-Mama di Kota Jayapura.

Pasar Mama-Mama di Jayapura kini bersolek. Jangan membayangkan lapak-lapak di pinggir jalan. Pasar Mama-Mama ini menempati bangunan megah, bersih dan modern. Tak sulit menemukan lokasi Pasar Mama-Mama yang diresmikan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano bersamaan dengan momen peringatan HUT Kota Jayapura yang ke 108, 7 Maret 2018. Letaknya berada tepat di jantung kota.

Pasar yang dibangun Kementerian BUMN yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Joko Widodo pada April 2016, mendapat kunjungan Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana lagi, pada 12 April 2018, sebulan setelah diresmikan.


Noken dan Kopi Papua
Pasar ini terdiri dari empat lantai berkapasitas 298 pedagang. Sesuai fungsinya, lantai satu untuk jualan basah, lantai dua jualan kering, lantai tiga bagi para penjualan makanan, kerajinan dan aksesoris, dan lantai empat sebagai tempat pelatihan. Akan tetapi, jika kita berkunjung ke pasar ini sekarang, sebagian fungsinya telah berubah.

Saat memasuki pasar, pengunjung akan disambut para penjual ikan asar (ikan ekor kuning yang diasapi), ikan segar, pedagang buah-buahan, sayur-mayur, rempah-rempah, bahan pangan lokal seperti tepung sagu, betatas dan sebagainya.

Harga-harga dagangan pun terjangkau. Untuk seekor ikan asar yang selain untuk dimasak langsung di rumah, tapi biasanya dibeli pengunjung sebagai oleh-oleh ini, hanya Rp 40-80 ribu per ekor untuk ukuran sedang. Sementara ukuran besar Rp 100-200 ribu. Harga ini bisa turun naik mengikuti musim ikan. Hampir sama dengan harga ikan segar seperti ekor kuning dan mujair.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi khas Papua, ada banyak kedai-kedai kopi dan berbagai macam jajanan kue yang mengelilingi area pasar di lantai satu. Selanjutnya di lantai dua, pengunjung akan menemui mama-mama penjual pinang, dan berbagai macam noken serta aksesori seperti kalung dan gelang, oleh-oleh khas Papua.

Harga noken, disesuaikan dengan ukuran dan bahannya. Jika noken terbuat dari rajutan wol, harganya dari Rp 100 ke atas. Tapi yang berbahan akar pohon, bisa sampai Rp 200-500 ribu bahkan jutaan. Aksesori gelang dan kalung pun dari Rp 10 ribu sampai ratusan ribu.

Namun meski Pasar Mama-Mama ini telah dibangun, banyak mama-mama penjual noken dan aksesori yang memilih berjualan lagi di emperan pertokoan. Mereka beralasan di sana ramai pejalan kaki. Di lantai tiga tidak ada lagi aktivitas jual beli, biasanya digunakan untuk anak-anak para pedagang belajar dan bermain. Sementara lantai empat belum difungsikan.

Foto : Kristianto Galuwo